Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Warga diminta tidak mendekat ke lokasi kebakaran TPA Putri Cempo di Kota Solo, Jawa Tengah.
Imbauan tersebut disampaikan karena kerumunan masyarakat dapat mengganggu mobilitas armada pemadam kebakaran yang masih melakukan penanganan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Solo Ari Dwi Daryatmo mengatakan petugas gabungan turut mengamankan kawasan sekitar TPA Putri Cempo selama proses tanggap darurat berlangsung.
Petugas dari TNI-Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) ikut membantu mengatur akses menuju lokasi kebakaran.
Ari menjelaskan, sejumlah warga datang ke sekitar TPA Putri Cempo untuk melihat langsung kondisi kebakaran.
Petugas kemudian melakukan penyaringan terhadap masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di lokasi agar keberadaan mereka tidak menghambat aktivitas petugas.
"Kita ada TNI-Polri, ada teman Satpol PP dan Dishub juga. Mereka membantu kita artinya ketika ada warga masyarakat tidak berkepentingan untuk masuk ke sini untuk difilter sehingga tidak mengganggu mobil armada yang keluar masuk. Ada beberapa titik yang bisa dilihat dan kita sudah minta Satpol PP untuk membantu keamanan karena memang masih proses tanggap darurat sampai dengan 17 September harapannya kepada masyarakat monggo kita bergoyong royong agar ini cepat pulih," ujarnya, Rabu (9/9/2026).
Menurut Ari, pengamanan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.
Petugas perlu memastikan kendaraan pemadam kebakaran dapat keluar-masuk kawasan tanpa hambatan.
Baca juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Makin Luas, Gas Metana Diduga Jadi Pemicu
BPBD Kota Solo masih menjalankan penanganan kebakaran TPA Putri Cempo dalam masa tanggap darurat hingga 17 September 2026.
Selain fokus memadamkan api, petugas gabungan juga menjaga keamanan kawasan agar proses penanganan berjalan lancar.
(*)