Kemarau di Lereng Merapi Klaten, Warga Terpaksa Jual 15 Kambing untuk Beli Air dan Pakan Ternak Lain
Putradi Pamungkas September 09, 2026 04:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kemarau membuat warga di lereng Gunung Merapi, Dukuh Grinting, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah kesulitan mendapatkan air bersih dan pakan ternak sapi.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga terpaksa menjual hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membeli pakan.

Salah satu warga, Sehono (49), mengaku telah menjual kambing miliknya untuk memenuhi kebutuhan selama kemarau.

"Kita merasakan kesulitan pakan ternak, itu 2 bulan akhir inilah," ujarnya, Rabu (9/9/2026).

"Itu merasakan sangat luar biasa karena kering di daerah sini, rumput sudah kering dan itu pun kita membeli dari bawah juga mahal," imbuhnya.

Warga Terpaksa Jual Ternak

Menurut Sehono, kondisi kemarau yang membuat rumput mengering menyebabkan warga kesulitan menyediakan pakan bagi ternak.

Warga yang tetap ingin mempertahankan hewan ternaknya harus membeli pakan dari wilayah bawah dengan harga yang cukup mahal.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih menjual ternak untuk mencukupi kebutuhan pakan.

"Ibaratkan kita memelihara sapi, mungkin untuk membeli pakan ya jual jual pedetnya atau kalau misal punya kambing ya jual kambing," jelasnya.

TERNAK - Warga saat memberi pakan rumput ke sapi, Dukuh Grinting,
TERNAK - Warga saat memberi pakan rumput ke sapi, Dukuh Grinting, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (8/9/2026). Kemarau membuat warga di lereng Gunung Merapi, Dukuh Grinting, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, kesulitan mendapatkan air bersih dan pakan ternak.

Sehono menjadi salah satu warga yang mengambil pilihan tersebut.

Ia menjual 15 ekor kambing untuk membeli pakan sapi.

"Saya jual kambing 15 ekor, untuk makan sapi," ucapnya.

Dari penjualan 15 ekor kambing tersebut, Sehono mendapatkan uang sekitar Rp11 juta.

Uang itu kemudian ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih keluarga sekaligus membeli pakan untuk sapi.

"Itu 15 ekor cuma laku Rp11 juta. Untuk mencukupi air, kebutuhan air keluarga dan untuk pakan ternak sapi," kata Sehono.

Baca juga: Kemarau, Warga Lereng Merapi Klaten Terpaksa Beli Air Bersih Rp 350 Ribu per Tangki

Bantuan Air Bersih Belum Cukupi Kebutuhan Ternak

Sehono mengatakan bantuan air bersih sudah tersedia di wilayahnya.

Bantuan tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten Klaten melalui BPBD maupun pihak swasta.

"Sekarang ya alhamdulillah ada pemihakan dari BPBD, tapi yo cukup mungkin untuk minum. Kalau kebutuhan itu untuk ternak dan yang banyak seperti misalkan ada untuk tanaman itu enggak enggak jelas enggak cukup," ucapnya.

Meski bantuan air bersih sudah tersedia, warga tetap harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan ternak.

Untuk sekali membeli air bersih, Sehono harus mengeluarkan biaya sekitar Rp350 ribu per tangki.

Sementara itu, kebutuhan pakan ternak juga cukup besar.

Sehono mengaku menghabiskan sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk membeli pakan dalam ukuran pikap.

Jika membeli pakan dalam jumlah satu truk, harganya mencapai sekitar Rp850 ribu.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.