Pembelaan AS Pasca Tenggelamkan 5 Tanker Iran: Serangan Usai Kapal Perang Ditembak Rudal
Darwin Sijabat September 09, 2026 04:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Eskalasi pertempuran maritim di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di titik puncak. 

Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis rekaman pengeboman lima kapal tanker minyak mentah Iran, termasuk penenggelaman M/T Riesco di Teluk Oman, sebagai balasan atas gempuran rudal balistik terhadap armada kapal perang Angkatan Laut AS.

Rangkaian gempuran militer terbaru menghantam armada tanker minyak Iran di perairan strategis regional pada Selasa (8/9/2026). 

Langkah ketat ini diambil Washington usai Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan dua kali upaya serangan rudal balistik ke arah kapal perang AS dalam dua hari berturut-turut.

Melalui unggahan resmi di platform X, CENTCOM menunjukkan detik-detik kapal tanker M/T Riesco hancur dan tenggelam ke dasar laut. 

CENTCOM memastikan kapal perang AS berhasil menghindari kejaran rudal dan tidak ada personel yang terluka.

"Kapal perang AS berhasil menghindari upaya serangan Iran dan terus berpatroli di perairan regional. Tidak ada personel Amerika yang terluka," tegas CENTCOM dalam pernyataan resminya.

Pemerintah AS menegaskan tidak akan menoleransi setiap tindakan ofensif Teheran di jalur pelayaran internasional. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melayangkan peringatan keras Washington siap memberangus aset maritim Iran.

"Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan itu atau mencoba melakukan itu, mereka akan kehilangan kapal tanker," ujar Menlu AS Marco Rubio saat melakukan kunjungan kerja di Kolombia.

Ledakan di Pulau Kharg dan Pelabuhan Jask

Media pemerintah Iran melaporkan gelombang ledakan menghantam sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di perairan domestik. 

Baca juga: Selat Hormuz Memanas: Rudal Cluster Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania

Baca juga: Jokowi Merasa Sangat Dirugikan Gara-gara Prapid Berjilid Roy Suryo

Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi tanpa ada korban jiwa.

Pada saat bersamaan, stasiun televisi pemerintah IRIB mengabarkan dua kapal tanker minyak lainnya diserang di lepas pantai pelabuhan Jask. 

Para awak dilaporkan selamat usai dievakuasi ke darat menggunakan sekoci penyelamat, sementara kondisi teknis kapal pascaserangan masih terus didata.

Ketegangan di Selat Hormuz

Rangkaian insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.

Kedua negara sebelumnya telah menandatangani memorandum pada Juni yang memuat kerangka untuk membuka kembali jalur air strategis tersebut.

Pembukaan kembali Selat Hormuz disebut sebagai langkah awal menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas.

Namun, meningkatnya aksi militer dan serangan terhadap kapal menunjukkan bahwa situasi di kawasan masih sangat tegang dan berisiko mengganggu keamanan pelayaran serta pasokan energi global.

Rudal Cluster Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania

Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran kian liar. 

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gempuran rudal balistik berhulu ledak amunisi tandan (cluster munition) ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania, Rabu dini hari (9/9/2026). 

Serangan balasan ini dipicu aksi AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz.

Serangan IRGC diluncurkan serentak dari tujuh lokasi di wilayah Iran, mencakup Yazd, Khomein, Zanjan, Qom, Isfahan, Khorramabad, hingga Tabriz. 

Target utamanya yakni Pangkalan Udara Muwaffaq Salti (Al-Azraq) dan Pangkalan Pangeran Hassan di Yordania yang menjadi markas pengerahan jet tempur F-35, F-16, dan F-15 milik militer AS.

Penggunaan rudal cluster yang pecah di udara dan menyebarkan puluhan bom kecil (bomblets) membuat hulu ledak ini berdaya rusak luas serta sulit dicegat sistem pertahanan udara. 

Media pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa IRGC mengeksekusi "operasi penghukuman" menyasar hangar perawatan serta shelter pesawat AS.

“Garda Revolusi menyerang pangkalan Amerika Al-Azraq di Yordania dengan serangan rudal berat,” rilis media IRNA mengutip pernyataan resmi IRGC.

Baca juga: Titik Api Baru Muncul di Tahura Pal 10 Batang Hari, 75 Personel TNI Dikerahkan

Baca juga: Breaking News Toko Baju Raja Murah Sengeti Muaro Jambi Terbakar, Api dari Lantai 2

Baca juga: Update Kasus Korupsi Kuota Haji: Pengacara Yaqut Soroti Peran dan Kekayaan RFA

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.