Harga Ikan di Pantai Sukaraja Melonjak Akibat Berkurangnya Hasil Tangkapan Nelayan
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 09, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Asnawati (47) pedagang ikan di kawasan Pantai Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung terlihat sedang membilas ikannya dengan air agar terlihat segar, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terhadap Harga Sayur di Bandar Lampung

Pedagang ikan di kawasan Pantai Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung hanya terlihat dia seorang yang masih berjualan hingga siang.

Lapak dagang ikan milik Asnawati hanya menjajakan beberapa jenis ikan laut, seperti ikan kembung, udang, dan cumi. Menurut Asnawati, saat ini ikan mulai langka karena hasil tangkapan nelayan berkurang.

Hasil tangkapan nelayan berkurang disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat ini sedang erupsi.

Berkurangnya hasil tangkapan nelayan berdampak dengan harga ikan di kawasan Pantai Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung.

Kenaikan harga itu hampir terjadi pada seluruh jenis ikan yang dijual pedagang. Lonjakan paling terasa pada komoditas udang dan cumi-cumi.

Salah seorang pedagang ikan di Pantai Sukaraja, Asnwati (47) mengatakan, kenaikan harga terjadi seiring berkurangnya pasokan ikan dari hasil tangkapan nelayan.

Menurutnya, kondisi tersebut turut dipengaruhi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak terhadap aktivitas nelayan di laut.

"Sudah sekitar enam bulan ini harga ikan naik. Hasil tangkapan nelayan juga berkurang, apalagi sekarang ada erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Asnwati, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, berkurangnya hasil tangkapan membuat pasokan ikan yang masuk ke tingkat pedagang menjadi lebih sedikit. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada harga jual kepada konsumen.

Untuk ikan kembung, misalnya, saat ini dijual sekitar Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, harga normal sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

Sementara harga udang kini mencapai Rp100 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Kenaikan serupa juga terjadi pada cumi-cumi kini dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Asnwati mengatakan kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual karena pasokan dari nelayan tidak sebanyak sebelumnya. "Kalau tangkapan sedikit, ikan yang masuk juga sedikit. Jadi harganya ikut naik," ujarnya.

Ia berharap kondisi di laut kembali normal sehingga hasil tangkapan nelayan meningkat dan pasokan ikan ke pasar kembali bertambah.

Dengan bertambahnya pasokan, harga komoditas hasil laut diharapkan dapat kembali turun sehingga tidak terlalu membebani masyarakat sebagai konsumen.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.