2 Anak 1 Ibu Naik Motor Tertimpa Pohon Terbakar Karhutla di Batang Hari
asto s September 09, 2026 04:11 PM

Fikri dan Nur yang membonceng ibunya naik sepeda motor, melintas saat pohon terbakar. Tiba-tiba tubuhnya tertimpa batang pohon. Peristiwa itu terjadi saat karhutla di Kabupaten Batang Hari.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pohon yang pangkalnya terbakar tiba-tiba ambruk ke badan jalan. Peristiwa itu terjadi saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Selasa (8/9/2026).

Pohon tersebut tumbang tepat ketika pengendara sepeda motor melintas.

Tiga warga Desa Teluk Ketapang yang berada di atas sepeda motor menjadi korban, yakni Rafih Fauziah (37), Fikri (14), dan Nur Adiba (7).

Insiden itu menambah risiko di tengah proses pemadaman karhutla yang berlangsung di sekitar jalur Desa Lubuk Ruso.

Rafih mengalami pegal pada bagian tubuh.

Fikri mengalami pusing dan syok.

Sementara Nur Adiba mengalami luka lecet pada bibir kanan bawah dan syok.

Ketiga korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Pemayung untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah mendapat perawatan ringan, ketiganya diperbolehkan pulang ke rumah.

Karhutla tersebut membakar sekitar tujuh hektare area perkebunan warga di Desa Lubuk Ruso.

Lahan yang terbakar merupakan milik Indra, warga Kota Jambi, dengan kondisi lahan berupa gambut dangkal dan tanah mineral.

Kebakaran menghanguskan sejumlah tanaman, termasuk jabon dan kelapa sawit.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Batang Hari, Bahroji, mengatakan lokasi kebakaran berada tepat di tepi jalan lintas desa.

Kondisi itu membuat aktivitas di sekitar lokasi cukup ramai karena banyak warga dan pengguna jalan yang melintas maupun datang menyaksikan proses pemadaman.

"Saat kejadian memang situasi sangat ramai di lokasi. Banyak warga yang melintas maupun yang datang menyaksikan proses pemadaman. Karena posisi lahan berada tepat di pinggir jalan, kami bersama petugas gabungan dan warga setempat harus ekstra cepat berjibaku memadamkan api agar tidak makin meluas," ujar Bahroji, Rabu (9/9/2026).

Petugas BPBD bersama personel gabungan kemudian membagi tim untuk memprioritaskan pemadaman pada titik api yang berada paling dekat dengan akses jalan umum.

Bahroji mengingatkan masyarakat agar tidak mendekat atau berkerumun di sekitar lokasi karhutla.

Selain paparan asap, kondisi pohon dan dahan yang terbakar juga menjadi ancaman bagi keselamatan warga.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekat atau berkerumun di sekitar lokasi kebakaran. Utamakan keselamatan, karena selain bahaya paparan asap tebal, ada risiko pohon atau dahan lapuk yang terbakar dan bisa tumbang sewaktu-waktu," jelasnya.

Kronologi Karhutla

Berdasarkan laporan resmi Polsek Pemayung, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00 WIB setelah polisi menerima laporan dari masyarakat.

Personel Polsek Pemayung kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB untuk melakukan pengamanan.

Tim BPBD Kabupaten Batang Hari menyusul sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan secara keseluruhan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan satu unit mobil BPBD, satu unit mesin semprot air, serta dua unit Tedmond berkapasitas masing-masing 1.000 liter.

Pasokan air untuk pemadaman diperoleh dari kanal di sekitar lokasi.

Hingga kini, penyebab awal munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Insiden pohon terbakar yang ambruk ke jalan menjadi pengingat bahwa bahaya karhutla tidak hanya berasal dari api dan asap.

Warga maupun pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi juga menghadapi risiko pohon dan dahan terbakar yang sewaktu-waktu dapat tumbang. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Karhutla Hanguskan 7 Hektare Kebun di Batang Hari, Diduga Berawal dari Bakar Sampah

Baca juga: Cara Cek Penerima Bansos Lewat NIK, Pemerintah Sedang Siapkan Bantuan Rp5,4 Juta

Baca juga: Kebakaran Lahan dan Sawit di Kumpeh Jambi Meluas, Warga Khawatir

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.