Setelah 12 Tahun Rusak, Jembatan Kali Perak Indramayu Akhirnya Diperbaiki
Ravianto September 09, 2026 05:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memperbaiki Jembatan Kali Perak yang berada di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Diketahui, sejak 2014 jembatan tersebut kondisinya rusak, dan konstruksinya juga keropos, sehingga pada tahun ini diperbaiki menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, pun tampak meninjau langsung proses perbaikan Jembatan Kali Perak yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu.

Di hadapan Lucky Hakim, Kuwu atau Kepala Desa Jatimunggul, Ro'up, mengakui, jembatan yang tak kunjung diperbaiki sejak 2014 membuat kerusakannya cukup parah.

Padahal, menurut dia, Jembatan Kali Perak merupakan salah satu akses penting masyarakat Desa Jatimunggul dan sekitarnya, khususnya yang berkaitan aktivitas pertanian.

"Alhamdulillah, tahun ini jembatan yang rusak sejak 2014 akhirnya diperbaiki."

"Nantinya, selama proses perbaikan warga akan menggunakan jalan darurat," kata Ro'up dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2026).

Baca juga: Pelatihan Analis Hukum Perkuat Kompetensi SDM untuk Dukung Kualitas Layanan Hukum

Mendengar hal itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bersyukur pembangunan infrastruktur berupa perbaikan Jembatan Kali Perak ternyata telah dinanti-nantikan warga setempat sejak 12 tahun terakhir.

"Alhamdulillah, ini kewajiban kami di pemerintah daerah membangun jembatan. Semoga perbaikan jembatan ini menjadi pahala untuk semua pihak yang terlibat," ujar Lucky Hakim.

Dalam kesempatan itu, Lucky tampak berdialog langsung dengan masyarakat sekitar, dan mendengarkan langsung keluh-kesah warga mengenai Jembatan Kali Perak yang rangkanya kian keropos.

Beberapa warga pun terlihat menyampaikan terima kasih secara langsung atas perhatian Pemkab Indramayu terhadap perbaikan infrastruktur Jembaran Kali Perak.

Lucky mengatakan, selama ini para petani di Desa Jatimunggul kesulitan mengangkut hasil panen akibat Jembatan Kali Perak kondisinya rusak, sehingga turut memengaruhi harga gabah.

Pihaknya mengakui, kondisi itu semakin terasa, karena sebagian besar lahan pertanian di Desa Jatimunggul merupakan sawah tadah hujan yang hanya dipanen sekali setahun.

"Kami berharap, perbaikan jembatan ini tidak hanya memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi turut memperlancar mobilitas masyarakat Desa Jatimunggul, dan pengangkutan hasil pertanian," kata Lucky Hakim.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.