Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Keberagaman etnis, suku dan agama di Kabupaten Morowali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Morowali dalam upaya mencegah terjadinya konflik sosial.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Morowali, Rizal Badudin, mengatakan perbedaan yang ada di tengah masyarakat harus dikelola dengan baik.
Pesan tersebut disampaikan Rizal saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Peran Forum dan Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan Konflik Sosial di Daerah di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Rabu (9/9/2026).
Rizal mengatakan perbedaan latar belakang masyarakat merupakan bagian dari kekayaan yang dimiliki Morowali.
“kita menekankan bahwa perbedaan di antara umat, baik itu etnisnya, maupun sukunya, maupun agamanya, itu adalah salah satu rahmat,” ujarnya.
Baca juga: Sosialisasi Status Kewarganegaraan Perkuat Pemenuhan Hak Konstitusional Warga Negara
Menurutnya, persoalannya bukan terletak pada adanya perbedaan, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengelola keberagaman tersebut.
Ia mengatakan diperlukan pemahaman yang komprehensif dari berbagai unsur masyarakat agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.
“Kami hari ini di tempat ini bukan dalam rangka memberikan pemahaman yang baru, tapi bagaimana kita menyatukan pemahaman secara komprehensif,” katanya.
Rizal berharap masyarakat dapat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun Kabupaten Morowali.
Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat menjaga komunikasi dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik. (*)