Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mengerahkan satu mobil dan tiga hingga empat personel untuk membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di setiap sekolah yang membutuhkan penanganan.
Baca juga: Detik-detik Warga Bandar Lampung Ditembak Pelaku Curanmor, 3 Kali Letusan Senjata Api
Pola pengerahan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pembersihan sekaligus menyesuaikan jumlah personel dan armada dengan kondisi lokasi yang terdampak abu vulkanik.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan personel diturunkan langsung ke lingkungan sekolah untuk membantu membersihkan debu atau abu yang menempel di berbagai bagian area sekolah.
"Kami mengerahkan satu mobil dan tiga sampai empat personel untuk satu sekolah. Mereka membantu membersihkan debu atau abu vulkanik yang berada di lingkungan sekolah," kata Anthoni, Rabu (9/9/2026).
Pada Rabu (9/9/2026), sejumlah lokasi menjadi sasaran penanganan Damkarmat. Di antaranya TK Handayani Gedung Air, TK Amalia Tanjung Senang, SMKN 8 Bandar Lampung, SDN 2 Kedamaian, MIN 7 Bandar Lampung, TK Meira Keteguhan, Pondok Pesantren Waylaga, TK Kartini 2 Jalan Jati Baru, SDN 1 Kota Karang, SDN 1 Kupang Raya, Masjid Nurudin Jalan Nangka Gedung Air, serta SDN 1 Palapa.
Penanganan tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang telah dilakukan Damkarmat selama beberapa hari terakhir di berbagai wilayah Bandar Lampung.
Pada Senin (7/9/2026), armada Damkarmat dikerahkan ke sejumlah titik, mulai dari Jalan Teluk Bone Pulau Pasaran Kota Karang, Kantor Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kantor Kecamatan Labuhan Ratu, Kantor Kecamatan Sukarame, Masjid Besar Al-Wusqo Way Halim, SDN 1 Sumberejo, Terminal Kemiling, hingga SDN 1 Panjang Selatan.
Petugas juga melakukan penyemprotan di Jalan Dokter Harun 2, halaman Polsek Tanjung Karang Timur, STKIP-PGRI Palapa, Sekolah Trinitas Sumur Putri, Jalan Diponegoro, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Dokter Susilo, Jalan Cut Meutia, depan Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jalan Raden Intan, serta halaman parkir Burger King.
Sehari berikutnya, Selasa (8/9/2026), penanganan dilanjutkan di sejumlah sekolah dan fasilitas lainnya. Lokasi tersebut antara lain SMK 1 Nusa, SD-SMP Al-Azhar, SMAN 1 Bandar Lampung, PKMI Immanuel, SMKN 7 Bandar Lampung, SDN 1 Keteguhan, MAN 2 Bandar Lampung, SMPN 17 Bandar Lampung, TK Adhyaksa, dan SMK YPPL Panjang.
Kemudian terdapat SDN 3 Sumur Putri, TK Kartika II-28, SMPN 1 Bandar Lampung, Mahan Agung, Sekolah Quran Bintang Madani, SDN 1 Pecoh Raya, SDN 2 Keteguhan, Dinas Pendidikan, Baitul Jannah, SD 2 Palapa, SD 2 Rawa Laut/Teladan, SDN 1 Sawah Brebes, SD IT Fitra Insani, Wellington Lampung School, SMPN 12 Bandar Lampung, SD-SMP Advent, SDN 1 Bakung, hingga TK Aisyiyah 4.
Anthoni menjelaskan, penggunaan armada tangki dalam proses pembersihan disesuaikan dengan luas area dan tingkat abu yang terdapat di lokasi.
Dengan pola tersebut, petugas dapat menentukan kebutuhan air sekaligus melakukan penanganan berdasarkan kondisi masing-masing tempat.
"Kami fokus membantu membersihkan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum yang terdampak abu vulkanik. Penyemprotan ini dilakukan agar lingkungan kembali bersih dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lebih nyaman," ujarnya.
Damkarmat masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan lanjutan. Petugas akan kembali dikerahkan apabila kondisi di lapangan memerlukan penyemprotan tambahan.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Lampung dan berdampak pada lingkungan permukiman maupun fasilitas publik.
Damkarmat mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan setelah terjadinya hujan abu. Warga diminta membersihkan abu yang menempel pada permukaan bangunan, halaman, dan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)