Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan meski status gunung api tersebut masih berada pada Level II atau Waspada.
Peningkatan aktivitas ditandai dengan erupsi yang masih terus terjadi. Kolom abu hasil erupsi teramati mencapai sekitar 300 hingga 500 meter di atas puncak kawah.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Syawaludin, mengatakan aktivitas letusan saat ini terpantau cukup signifikan dan mengalami peningkatan.
Karena itu, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan gunung api.
Baca juga: Dampak Gempa Flores, Gedung DPRD Manggarai Timur Rusak, Sidang Paripurna Digelar di Lobi
“Gunung Api Ili Lewotolok berada pada Level II Waspada, dengan tingkat aktivitas letusan yang sangat signifikan dan meningkat. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas. Untuk sektor selatan dan tenggara, tidak diperbolehkan ada aktivitas,” jelas Syawaludin, Rabu (9/9/2026).
Sementara itu, dampak aktivitas vulkanik mulai dirasakan masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok. Sedikitnya 11 desa di Kecamatan Ile Ape terdampak hujan abu dan pasir vulkanik yang mengganggu aktivitas warga.
Meski hujan abu dan pasir masih terjadi, sebagian warga terdampak terpantau tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, kondisi tersebut diwarnai kekhawatiran karena erupsi Gunung Ili Lewotolok juga disertai suara gemuruh dengan intensitas sedang hingga kuat.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti perkembangan informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api, serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. (Awk)