Longsor di Jalan Lintas Curup-Lebong, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Buka Tutup
Rita Lismini September 09, 2026 05:54 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebong pada Selasa (8/9/2026) malam diduga memicu longsor di Jalan Lintas Curup-Lebong, tepatnya di Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong.

Longsor terjadi pada Rabu (9/9/2026) pagi. Material tanah dari tebing menutupi sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. 

Dari pantauan TribunBengkulu.com, mengetahui adanya longsor tersebut, personel Polsek Rimbo Pengadang langsung mendatangi lokasi untuk membantu mengamankan arus lalu lintas.

Bhabinkamtibmas Polsek Rimbo Pengadang bahkan ikut membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan menggunakan cangkul.

Pembersihan dilakukan secara manual agar material tanah yang berada di jalur kendaraan dapat disingkirkan dan kendaraan tetap bisa melintas.

Selain membantu membersihkan material longsor, personel kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.

Arus Lalu Lintas Diberlakukan Buka Tutup

Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno didampingi Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar mengatakan, longsor diduga terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur wilayah tersebut pada malam hari.

"Diduga longsor terjadi setelah hujan yang turun pada malam hari,"sampai Syaiful kepada TribunBengkulu.com.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Lebong sebelumnya tengah mengalami kemarau yang cukup panjang.

Kemudian hujan dengan intensitas cukup deras turun pada Selasa malam. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan material tanah di sekitar tebing longsor dan masuk ke badan jalan.

"Personel Polsek Rimbo Pengadang kemudian melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup,"jelasnya. 

Kendaraan dari arah Curup maupun dari arah Lebong diarahkan melintas secara bergantian melalui bagian jalan yang masih dapat digunakan.

Pembersihan material dengan peralatan sederhana juga dilakukan untuk memperlebar kembali ruang bagi kendaraan yang melintas.

"Untuk arus lalu lintas saat ini berjalan dengan lancar,"papar Syaiful.

Pengendara Diminta Waspada

Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Curup-Lebong, khususnya di wilayah Desa Tik Kuto, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, kawasan tersebut berada di sekitar lereng dan berpotensi mengalami longsor ketika hujan kembali turun.

Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman serta mengikuti arahan petugas yang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.

"Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, pengendara diimbau tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi jalan dinilai membahayakan,"himbaunya. 

Pengendara juga diminta memperhatikan kondisi tebing di sepanjang jalur dan mewaspadai kemungkinan adanya material tanah maupun batu yang kembali jatuh ke badan jalan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.