TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Seorang pendaki asal Kabupaten Situbondo berhasil dievakuasi dari Gunung Raung setelah mengalami gejala hipotermia, Rabu (9/9/2026) dini hari.
Pendaki berinisial SN (29) tersebut mendaki Gunung Raung bersama dua rekannya, KH (19) dan MT (26), yang juga berasal dari Kabupaten Situbondo.
Upaya evakuasi dilakukan setelah MT menghubungi layanan darurat Polres Bondowoso melalui nomor 110. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa salah satu rekannya mengalami gejala hipotermia.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, laporan tersebut diterima sekitar pukul 02.45 WIB. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta tim Raung Rescue.
"Laporannya sekitar pukul 02.45 WIB," ujar Aryo dalam keterangan rilis yang diterima.
Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk mengevakuasi pendaki tersebut. Kondisi medan yang berat, termasuk kawasan Pos Batu Tulis, menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi.
Namun, koordinasi antartim membuat proses evakuasi berjalan lancar. Pengelola Basecamp Raung via Sumberwringin, Kurniawan, mengatakan pendaki berhasil dibawa turun ke basecamp dalam waktu sekitar satu jam.
Baca juga: Bapanas dan Satgas Pangan Polda Jatim Pantau Pabrik Beras di Bondowoso
"Evakuasi gabungan dari Pos Batu Tulis sampai ke basecamp memakan waktu sekitar satu jam," ungkapnya.
Setelah sampai di basecamp, ketiga pendaki langsung dibawa ke Puskesmas Sumberwringin untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Kondisi ketiganya kini dinyatakan sehat dan stabil. Mereka juga telah diperbolehkan meninggalkan puskesmas.
"Sudah pulang tadi pagi," ujarnya.
Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan hingga 38 Persen, Antrean BBM di Bondowoso Masih 500 Meter
Aryo mengapresiasi kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi. Menurutnya, respons cepat pelapor dengan menghubungi nomor darurat turut membantu mempercepat penanganan.
Ia mengingatkan para pendaki agar tidak mengabaikan persiapan sebelum melakukan pendakian, terutama terkait kondisi fisik, perlengkapan, dan cuaca.
“Kami mengimbau kepada para pendaki agar selalu mempersiapkan fisik, perlengkapan, serta memantau kondisi cuaca sebelum mendaki," tambahnya.