Antrean Mengular Hingga Keluar SPBU, Bupati Jember Pastikan Stok BBM Aman
Thoriq September 09, 2026 05:56 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Antrean terlihat di sejumlah SPBU, di antaranya kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, Mangli, dan Jalan Basuki Rahmat. Kepadatan kendaraan yang mengantre bahkan berdampak terhadap arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, termasuk jalur menuju Mangli dari arah Rambipuji.

Namun, antrean panjang tersebut bukan disebabkan oleh stok BBM nasional yang menipis. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterlambatan distribusi akibat kepadatan lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Kemacetan di kawasan pelabuhan membuat waktu tempuh truk tangki Pertamina dari Depo Banyuwangi menuju wilayah Tapal Kuda, termasuk Jember, menjadi lebih lama. Waktu tempuh yang biasanya sekitar 8 hingga 10 jam meningkat menjadi sekitar 15 hingga 23 jam.

Baca juga: Efek Kemacetan Pelabuhan Ketapang, Sepekan Terakhir Antrean BBM Mengular di Jember

Keterlambatan pasokan tersebut kemudian diperparah oleh panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan. Kekhawatiran masyarakat muncul setelah beredar informasi mengenai kelangkaan BBM serta rumor tentang rencana kenaikan harga.

Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih mengisi BBM lebih banyak dari kebutuhan biasanya. Akibatnya, antrean kendaraan semakin panjang di sejumlah SPBU di wilayah Jember.

Untuk memastikan kondisi pasokan di lapangan, Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU pada Selasa (8/9/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Fawait didampingi aparat kepolisian serta perwakilan Sales Area Manager Pertamina.

Pengecekan dilakukan terhadap ketersediaan stok BBM dan LPG, termasuk kondisi tangki penyimpanan di SPBU.

Dari hasil pengecekan tersebut, Fawait memastikan stok BBM di Jember dalam kondisi aman dan mencukupi. Pasokan BBM untuk wilayah Jember bahkan telah ditambah lebih dari 35 persen dibandingkan kuota pada kondisi normal.

Fawait meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM. Ia juga mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat memperpanjang antrean dan mengganggu distribusi.

Selain itu, masyarakat diminta ikut mengawasi kemungkinan adanya penimbunan BBM. Warga dapat melaporkan apabila menemukan pembeli yang melakukan pengisian berulang kali dengan dugaan untuk menimbun.

Sementara itu, Pertamina memastikan pasokan BBM ke Jember tetap dikirim secara berkala. Berdasarkan pemantauan terhadap tangki penyimpanan, ketersediaan BBM dinyatakan mencukupi.

Dengan adanya tambahan pasokan dan kondisi stok yang dinyatakan aman, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah panic buying sekaligus membantu menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah Jember.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.