Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Proses revitalisasi gedung SDI Dihit di Desa Korowuwu, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai berlangsung. Di tengah pekerjaan tersebut, para siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas darurat.
Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.16 WITA, atap dua bangunan permanen sekolah telah dibongkar. Sejumlah pekerja juga terlihat membongkar bagian rangka plafon di dalam ruangan.
Seng bekas atap bangunan ditata dan disimpan di area lapangan sekolah. Sejumlah bagian tembok gedung juga terlihat mengalami retakan.
Di depan bangunan terpasang papan informasi yang menjelaskan bahwa revitalisasi SDI Dihit merupakan program bantuan pemerintah melalui revitalisasi satuan pendidikan.
Baca juga: Menebar Kepedulian, Menguatkan Harapan Warga Terdampak Gempa di Sikka
Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan 150 hari, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2026. Program ini menggunakan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp896.222.041.
Selama proses revitalisasi berlangsung, siswa direlokasi ke dua lokasi berbeda yang berada tidak jauh dari sekolah.
Ruang belajar sementara tersebut dibangun secara darurat menggunakan dinding pelepah bambu dan atap terpal. Masing-masing lokasi menyediakan tiga ruang kelas, sehingga total terdapat enam ruang kelas darurat.
Kepala SDI Dihit, Marsolus Rago Hure, mengatakan ruang belajar darurat sebenarnya telah dipersiapkan pihak sekolah sebelum gempa terjadi.
Menurutnya, fasilitas tersebut kini digunakan untuk mendukung proses pembelajaran selama gedung sekolah menjalani revitalisasi.
“Untuk tiga ruangan di atas (ruangan darurat di samping sekolah), kami masih kekurangan terpal,” kata Marsolus.
Kekurangan terpal tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat segera dipenuhi agar kegiatan belajar mengajar siswa tetap berlangsung dengan aman dan nyaman selama proses revitalisasi sekolah. (Moa)