Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berstatus Level III atau Siaga.
Baca juga: Abu Vulkanik GAK Bisa Ganggu Pernapasan, Mata dan Kulit, Warga Lampung Diimbau Waspada
Masyarakat diminta merujuk perkembangan kondisi gunung kepada sumber resmi pemerintah untuk menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak jelas kebenarannya.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan informasi mengenai erupsi GAK harus disikapi dengan bijak dan tidak disebarluaskan sebelum dipastikan kebenarannya.
"Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Ikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan juga pemerintah daerah," kata Jihan dalam konferensi pers di Pusdalops BPBD Lampung, Selasa (8/9/2026) malam.
Jihan menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak erupsi terhadap masyarakat.
Seiring dengan status gunung yang masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat juga kembali diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif GAK.
Selain pemantauan, Pemprov Lampung melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi dampak erupsi. Upaya tersebut di antaranya pembagian masker kepada masyarakat, penyiraman di sejumlah wilayah serta penguatan layanan kesehatan.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dalam menghadapi kondisi tersebut. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dianjurkan pemerintah untuk mengantisipasi paparan material erupsi yang dapat mengganggu kesehatan.
Di tengah aktivitas GAK dan kondisi kemarau, Pemprov Lampung juga mengajak umat Islam melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan.
Kegiatan salat istisqa dan doa bersama dijadwalkan berlangsung Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di Lapangan Korpri, Kompleks Pemerintah Provinsi Lampung.
Jihan mengatakan kegiatan tersebut digelar menyusul imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar masyarakat melaksanakan salat istisqa dan memanjatkan doa meminta hujan.
"Kami mengajak masyarakat, para tokoh agama dan seluruh umat Islam di Lampung untuk bersama-sama melaksanakan salat istisqa dan doa bersama," ujarnya.
Masyarakat yang tidak dapat mengikuti kegiatan di Lapangan Korpri dipersilakan melaksanakan salat istisqa dan doa bersama di rumah maupun lingkungan masing-masing.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk bersama-sama berdoa. Bagi yang tidak bisa hadir, silakan melaksanakan di rumah atau tempat masing-masing," kata Jihan.
Pemprov Lampung berharap masyarakat dapat menghadapi situasi kemarau dan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan tetap tenang, waspada, serta menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)