- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyita sebuah kapal selam tanpa awak milik Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz.
Dalam video yang dirilis Viory pada Rabu (9/9), dalam rekaman terlihat kendaraan bawah laut tanpa awak beserta sejumlah komponennya.
IRGC menyebut, penyitaan kapal selam itu dilakukan saat fajar melalui operasi intelijen dan lapangan yang kompleks.
Iran mengklaim kendaraan itu adalah salah satu kapal selam robotik terbaru milik militer Amerika Serikat.
Sejumlah laporan media menyebut kendaraan itu merupakan Dive-LD, kapal selam tanpa awak yang diproduksi perusahaan teknologi pertahanan asal California, Anduril.
Terkait hal ini, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membenarkan bahwa kendaraan bawah laut tanpa awak milik AS mengalami kerusakan saat menjalankan misi survei di perairan kawasan.
Namun, CENTCOM menyebut kendaraan tersebut merupakan model Dive-LD lama yang telah mengalami kerusakan dan malfungsi jauh sebelum Iran mengumumkan penyitaannya.
Insiden ini terjadi di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Ketegangan ini kembali meningkat setelah kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani pada 18 Juni, melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
Kesepahaman tersebut sebelumnya diharapkan dapat mengakhiri konflik dan membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut.
Namun, pembicaraan kemudian menemui jalan buntu, terutama soal keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Kedua negara pun saling menuduh telah melanggar kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati.