TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman) gelar aksi unjuk rasa atas terjadinya kelangkaan bbm subsidi di wilayah Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (9/9/2026).
Aksi demonstrasi berlangsung di depan gedung DPRD Polman di Jl Andi Depu, Kelurahan Lantora.
Ada sekitar belasan massa aksi dari HMI Cabang Polman yang menggelar aksi unjuk rasa selama dua jam.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Kamis 10 September 2026, Waspada Angin Kencang hingga 36 Km/Jam
Baca juga: Potensi Perkebunan Sawit Sulbar Capai 146 Ribu Hektare, Pemprov Dorong SDM Petani Ditingkatkan
Mereka secara bergantian orasi, menyampaikan keresahan atas terjadinya antrean di tiap Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Nampak aksi demonstrasi ini juga menimbulkan kemacetan, personel Satlantas Polres Polman mengatur arus lalu lintas.
Koordinator lapangan aksi, HMI Cabang Polman, Deby Akbar menyampaikan jika aksi unjuk rasa ini berangkat dari keresahan masyarakat.
“Kami melihat betapa sulitnya masyarakat dalam memperoleh bbm, mereka harus antre selama berjam-jam di SPBU,” kata Deby Akbar.
Dia menyampaikan kondisi antrean panjang di SPBU ini telah terjadi selama beberapa pekan terakhir.
Masyarakat harus rela antre lama, mulai pagi hingga malam hari untuk memperoleh bbm.
Deby menyebut harusnya para wakil rakyat segera turun tangan mencari penyebab kelangkaan bbm dan mencarikan solusi yang tepat.
“Jangan hanya gelar rapat dengan pendapat saja, tapi tidak ada solusi yang bisa diberikan untuk mengatasi kelangkaan bbm ini,” lanjut Deby.
Dia mendesak agar wakil rakyat di DPRD Polman memanggil pengelola SPBU dan satuan tugas (Satgas) pengawasan.
Agar segera duduk bersama, lalu terjun ke lapangan melihat langsung kondisi kesulitan yang dialami masyarakat dalam memperoleh bbm.
Sementara itu, Anggota DPRD Polman, Amir menyampaikan jika Satgas pengawasan telah bertemu untuk membahas masalah kelangkaan BBM Subsidi.
Disebutkan hasil pertemuan ini akan ada dikeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai pembatasan pembelian BBM untuk semua pengendara.
"Pembatasan pembelian ini kita maksudkan agar semua masyarakat mendapatkan BBM, dan meminimalisir adanya pembelian BBM dalam kondisi yang banyak lalu dijual, kembali," kata Amir.
Dia memberikan penjelasan kepada para mahasiswa, terkait solusi yang akan diambil oleh pemerintah daerah dalam menyikapi masalah antrean BBM.
Seperti memberikan penjelasan jika hasil rapat jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Polman, akan ada SE pembatasan pembelian BBM.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli