Iran Pamer Klaim Sita Drone Bawah Laut Dive-LD Milik AS di Selat Hormuz, CENTCOM Sebut Hanya Rusak
Tribun-video September 09, 2026 06:42 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyita drone bawah laut milik Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz.Mengutip dari Viory (9/9), IRGC merilis rekaman yang disebut menunjukkan drone bawah laut tersebut pada Selasa (8/9/2026).Rekaman memperlihatkan kendaraan bawah air tanpa awak beserta sejumlah komponennya.IRGC menyebut penyitaan dilakukan di pintu masuk Selat Hormuz pada Selasa dini hari.Operasi tersebut diklaim melibatkan kegiatan intelijen dan operasi lapangan yang kompleks."Operasi untuk merebut kapal selam itu berlangsung di pintu masuk Selat Hormuz pada subuh hari ini dalam operasi intelijen dan lapangan yang kompleks," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.IRGC menyebut drone itu sebagai salah satu kendaraan bawah laut tanpa awak terbaru militer Amerika.Menurut IRGC, perangkat tersebut telah dikirim ke armada Amerika Serikat pada 2025.IRGC tidak menyebutkan nama atau jenis drone yang disita.Namun, sejumlah laporan media menyebut perangkat itu merupakan model Dive-LD.Diketahui Dive-LD diproduksi perusahaan teknologi pertahanan asal California, Anduril.Perangkat tersebut dirancang untuk beroperasi secara otonom di bawah permukaan laut.Dive-LD disebut mampu beroperasi hingga 10 hari dan menyelam hingga kedalaman 6.000 meter.Menanggapi hal tersebut, militer Amerika memberikan penjelasan berbeda mengenai kondisi perangkatnya.CENTCOM menyatakan salah satu drone bawah laut milik Amerika mengalami kerusakan lebih dari sehari sebelumnya.Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins mengatakan drone itu sedang melakukan survei perairan regional.“Sebuah drone bawah air yang dioperasikan oleh pasukan AS mengalami kerusakan lebih dari sehari yang lalu. Drone tersebut sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung,” ujarnya melansir dari Al Arabiya.Survei dilakukan untuk mendukung operasi militer Amerika yang sedang berlangsung.Hawkins tidak menyebut apakah drone tersebut kemudian disita oleh Iran.Ia juga mengatakan perangkat yang rusak merupakan model lama.Menurut Hawkins, drone itu tidak mengumpulkan data sensitif dan tidak membawa sonar maupun radar rahasia.Klaim penyitaan drone ini terjadi di tengah meningkatnya kembali ketegangan Amerika Serikat dan Iran.Terbaru Iran dilaporkan telah menyerang pangkalan AS di Yordania sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap 5 kapal tanker minyaknya. (*)Artikel ini telah tayang di Viory dan Al Arabiyahttps://www.viory.video/en/videos/a3094_08092026/strait-seizure-iran-s-irgc-claims-capture-of-us-unmanned-submarine-in-hormuzhttps://english.alarabiya.net/News/middle-east/2026/09/08/-us-military-underwater-drone-malfunctioned-in-middle-east-officialProgram: Live UpdateHost: Isti Ira Kartika SariEditor Video: Untung Sofa Maulana, Reka Alfa Dwi Putri#Iran #DiveLD #DroneBawahLaut #DroneAS #SelatHormuz #IRGC #AmerikaSerikat #CENTCOM #AS #DroneMiliter #TeknologiMiliter #KonflikIranAS #TimurTengah #Geopolitik #BeritaInternasional 
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.