Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang Meliput Erupsi Anak Krakatau, Kerahkan 7 Kapal dan Drone Termal
Musahadah September 09, 2026 06:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Upaya pencarian 5 jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau  di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus dilakukan gabungan tim Basarnas, TNI dan Polri. 

Hingga Rabu (9/9/2026) petang, pencarian lima jurnalis, berikut kapten kapal, ABK dan guide itu belum membuathkan hasil. 

Kelima jurnalis itu adalah: 

  • M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Banten)
  • Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
  • Yudhis (Jurnalis iNews)
  • Daus (Jurnalis Anadolu)
  • Donal (Jurnalis freelance).

Baca juga: Kronologis Lengkap 5 Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sinyal HP Terdeteksi

Mereka berangkat menggunakan speedboat bersama Warta (55) sebagai kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, Heriyanto (49) sebagai guide. 

Mereka hilang kontak diduga di wilayah perairan Banten. 

Hal ini berdasarkan lokasi sinyal HP terakhr yang bisa dideteksi tim gabungan. 

Info ini diperkuat keterangan bahwa guide yang berada di kapal sempat menghubungi istrinya sekitar pukul 16.00 WIB dan menyampaikan kondisi masih aman.

Setelah itu, komunikasi dengan rombongan tidak diketahui lagi. 

Padahal seharusnya mereka sudah diperkirakan sampai darat pada pukul 20,00 WIB. 

Lalu, bagaimana upaya pencariannya? 

TNI AL Kerahkan 3 Kapal

Terbaru, TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan tiga kapal perang (KRI) untuk membantu operasi pencarian lima jurnalis yang hilang. 

Pengerahan unsur laut ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penyisiran di wilayah perairan yang memiliki kondisi dinamis, sekaligus memperkuat operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur gabungan.

Dalam siaran pers resminya, TNI AL menyebutkan tiga kapal perang yang dilibatkan dalam operasi ini, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.

"Tiga KRI dikerahkan untuk memperkuat operasi pencarian dan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda," seperti dikutip dalam siaran pers tersebut, Rabu (9/9/2026).

Selain mengerahkan kapal perang utama, TNI AL juga mengoptimalkan unsur pendukung lainnya dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung dan Lanal Banten.

Kedua satuan tersebut turut mengerahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) untuk memperluas area pencarian di perairan sekitar Selat Sunda.

Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini bekerja secara terkoordinasi dengan membagi sektor pencarian agar lebih efektif dan menyeluruh.

"Seluruh unsur yang terlibat melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan," jelas siaran pers tersebut.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban dapat dijangkau secara optimal.

Melalui operasi terpadu ini, TNI AL berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan sebaik mungkin.

SAR Banten Kerahkan Drone Termal 

Kantor SAR Banten menyiapkan berbagai strategi, termasuk penggunaan teknologi drone termal untuk membantu proses pencarian di tengah kondisi alam yang belum sepenuhnya mendukung.

Salah satu kendala utama adalah sebaran abu vulkanik yang masih cukup tebal sehingga membatasi penggunaan pesawat udara konvensional seperti helikopter.

Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa penggunaan jalur udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan.

Oleh karena itu, tim mengandalkan alternatif berupa drone termal yang dinilai lebih fleksibel dalam kondisi visibilitas rendah.

"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," kata Rizky dikutip dari Antara.

Drone termal tersebut ditempatkan di KN SAR Tetuka dan akan diterbangkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dari udara.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu menemukan korban di area yang sulit dijangkau secara langsung.

Polairud Polda Banten Juga Kerahkan Kapal 

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, pencarian dilakukan bersama Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta instansi terkait lainnya.

"Dengan peristiwa ini, Polda bersama instansi terkait, Basarnas, TNI Angkatan Laut, semua bahu membahu menindaklanjuti peristiwa ini," ujar Hengki saat memantau proses pencarian di Pantai Marina Trip To Krakatau-Ujung Kulon, Rabu (9/9/2026).

Hengki mengatakan, pada hari kedua pencarian, petugas melakukan penyisiran di lima titik dengan mengerahkan tujuh kapal. Tiga diantaranya dari TNI AL.

"Di hari kedua ini dilaksanakan pencarian di lima titik dengan tujuh kapal, milik Basarnas, TNI Angkatan Laut dan Polairud," katanya.

Terkait penggunaan peralatan canggih untuk membantu proses pencarian, Hengki mengaku hingga saat ini belum ada rencana penggunaan alat tersebut.

"Belum, sekarang masih melakukan penyisiran bersama Basarnas," ucapnya.

Hengki menegaskan, personel kepolisian akan terus berjaga di lokasi selama 24 jam untuk merespons setiap perkembangan dalam proses pencarian.

"Ada, kita piket 24 jam di sini. Tanpa diperintah kami sudah jalan. Jadi kalau ada kejadian kita akan respons cepat," ujarnya.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa pada hari kedua pencarian, tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan area pencarian.

Pembagian tersebut meliputi:

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka menyisir sejauh 68,3 nautical mile (NM)

SRU 2 menggunakan KAL Anyer sejauh 69,5 NM

SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung sejauh 67 NM

SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk menyisir perairan sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang

Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal bersandar di pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.

“Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,” ujar Rizky.

Informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban di Pulau Sebesi masih dalam tahap pengecekan dan belum dapat dipastikan. (kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.