Cara Unik Pemilik Buah Mangga di Banjarmasin agar Tak Lagi Jadi Sasaran Pencurian, Zahra Mengeluh
Mulyadi Danu Saputra September 09, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dari sekian banyak macam buah-buahan, mangga sering menjadi target pencurian. Melansir dari beberapa sumber, hal karena lima faktor berikut ini.

Pertama, banyak pohon mangga ditanam di halaman depan rumah, tepi jalan, atau kebun tanpa pagar yang memadai, sehingga mudah dijangkau oleh siapa saja.

Kedua, mangga memiliki warna, aroma yang kuat saat matang, dan rasa yang sangat disukai, baik dalam kondisi muda (untuk rujak) maupun saat sudah matang.

Baca juga: KKN di Desa Hambuku HSU, Lintang Ciptakan Alat Pemetik Mangga, Ekspose KKN Fakultas Pertanian ULM

Berikutnya, mangga memiliki harga jual yang lumayan di pasar, sehingga sebagian orang nekat mencurinya untuk dijual kembali demi keuntungan cepat.

Selain itu, di beberapa tempat, ada anggapan keliru bahwa buah yang menggantung di luar pagar atau di pinggir jalan adalah milik umum yang boleh diambil tanpa izin.

Terakhir, pohon mangga sering kali dibiarkan tumbuh besar tanpa pengawasan ketat atau kamera pengawas (CCTV). 

Kondisi itu memberikan kesempatan bagi pencuri untuk beraksi, terutama di malam hari.

Tulisi Nama Orang

Sejauh ini, ada beberapa cara yang dilakukan pemilik pohon mangga untuk menyelamatkan buahnya dari aksi si tangan panjang.

Di antaranya melapisi batang pohon dengan bahan licin (flashing) seperti lembaran aluminium agar tidak bisa dipanjat.

Ada pula yang meletakkan lampu sorot otomatis yang dilengkapi sensor gerak di sekitar pohon. 

Cahaya terang yang tiba-tiba menyala pada malam hari akan mengejutkan dan mengurungkan niat pencuri.

Di luar itu, ada cara berbeda yang dilakukan pemilik pohon mangga di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini.

Setiap buah mangga yang masih di pohon langsung ditulisin nama orang-orang yang dia kenal. 

Ternyata, strategi ini efektif banget secara psikologis! 

Begitu narasi pada unggahan akun Insragram @selebgrambanua, Rabu (9/9/2026), yang menyematkan video terkait.

Pengamatan Banjarmasinpost.co.id, buah mangga tersebut ditulisi pakai spidol menggunakan huruf kapital.

Ada beberapa nama yang cukup familiar di masyarakat. Di antaranya, Siti, Mila, Rini dan lainnya.

Beberapa Warganet yang menyaksikan video ini, merespons di kolom komentar.

“Ulun kedada man…,” ujar akun @thinyarbie. Kalimat dalam Bahasa Banjar itu berarti: Nama saya tidak ada, paman.

“Amat mana amat,” tanya @_ffakh_rinf.

“Uma halusnya anggit u,” keluh @zahra7181225. Dia pertanyakan kenapa mangga atas nama ukuran yang kecil.

Sedangkan @ahmd_rahmani menulis: Sapi Qurban (x) Ampalam Qurban (/). 

Tak diketahui secara pasti, apakah cara ini efektif mencegah pencuri kembali beraksi.

(Banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.