WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Grogol terus mendorong peningkatan literasi keuangan pekerja, khususnya terkait perencanaan keuangan dan kesiapan menghadapi masa pensiun.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Literasi Pensiun yang ditujukan kepada pekerja PT United Family Food.
Kegiatan digelar secara hybrid pada Selasa (8/9/2026), dengan menggabungkan pertemuan secara langsung dan daring.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026.
Sebanyak 195 pekerja PT United Family Food mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mempersiapkan kondisi finansial sejak masih berada dalam usia produktif.
Materi yang diberikan juga mencakup pemahaman mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan serta manfaat yang dapat mendukung kesejahteraan pekerja hingga memasuki masa pensiun.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Grogol, Rafik Ahmad, mengatakan pemahaman mengenai literasi keuangan dan persiapan pensiun perlu dibangun sejak dini.
Menurutnya, pekerja tidak hanya perlu memikirkan perlindungan selama masih aktif bekerja, tetapi juga harus memiliki perencanaan untuk menghadapi masa setelah tidak lagi memperoleh penghasilan rutin dari pekerjaan.
“Kami ingin memastikan bahwa pekerja tidak hanya memahami pentingnya perlindungan selama bekerja, tetapi juga memiliki wawasan mengenai bagaimana mempersiapkan kehidupan setelah memasuki masa pensiun,” ujar Rafik Ahmad di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Ia berharap kegiatan Literasi Pensiun dapat mendorong pekerja mulai menyusun perencanaan masa depan secara lebih matang sekaligus memahami manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan yang menjadi bagian dari perlindungan mereka.
Pensiun Perlu Dipersiapkan Sejak Produktif
Rafik menilai masa pensiun sebaiknya tidak baru dipikirkan ketika seseorang sudah mendekati usia tidak produktif.
Perencanaan yang dilakukan sejak masih bekerja dapat membantu pekerja mempersiapkan kebutuhan finansial dan menyesuaikan rencana kehidupan setelah memasuki masa pensiun.
Karena itu, edukasi kepada pekerja menjadi penting agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan sekaligus perlindungan sosial yang dimiliki.
Momentum Harpelnas 2026 juga dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Grogol untuk memperkuat hubungan dengan peserta melalui kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga memberikan edukasi.
“Harpelnas bukan hanya tentang memberikan pelayanan terbaik kepada peserta, tetapi juga bagaimana kami dapat memberikan edukasi dan pemahaman yang bermanfaat,” kata Rafik.
Menurut dia, semakin baik pemahaman pekerja mengenai perencanaan masa depan, semakin besar pula kesadaran untuk mempersiapkan masa pensiun sejak masih produktif.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran pekerja bahwa mempersiapkan masa pensiun perlu dilakukan sejak masih produktif, sehingga nantinya pekerja dapat memasuki masa pensiun dengan lebih siap dan sejahtera,” tambahnya.
Diikuti 195 Pekerja Secara Hybrid
Pelaksanaan kegiatan secara hybrid menjadi salah satu cara untuk memperluas akses pekerja terhadap edukasi yang diberikan.
Pekerja yang tidak dapat hadir secara langsung tetap dapat mengikuti kegiatan melalui platform daring. Dengan demikian, informasi mengenai literasi keuangan dan persiapan pensiun dapat menjangkau lebih banyak peserta.
BPJS Ketenagakerjaan Grogol berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya merencanakan masa depan sekaligus memahami hak dan manfaat sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sosialisasi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kerja yang tidak hanya memperhatikan produktivitas pekerja saat aktif bekerja, tetapi juga kesejahteraan mereka ketika memasuki masa pensiun.
Melalui kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Grogol mendorong pekerja untuk mulai memikirkan masa depan sejak sekarang, termasuk memahami perlindungan jaminan sosial dan melakukan perencanaan keuangan secara lebih matang.