TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Nasib film layar lebar Satu Tungku Tiga Batu yang didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Papua Barat, sejak proses syuting hingga penayangan perdana pada 2023, hingga kini belum berlanjut ke layar bioskop.
Film produksi Rumah Semut Film dengan sutradara Irham Acho Bahtiar (Acho) itu pertama kali diputar melalui layar tancap di Stadion 16 November Fakfak pada 2023.
Meski sudah memiliki trailer dan klasifikasi dari Lembaga Sensor Film (LSF), hingga 2026 film tersebut belum masuk jaringan bioskop Indonesia.
Padahal, film yang dibintangi aktor Samuel Rizal ini mengangkat pesan toleransi, kerukunan hidup, dan moderasi beragama di Kabupaten Fakfak.
Meski gagal tayang di bioskop, Satu Tungku Tiga Batu tercatat masuk nominasi di sejumlah festival internasional, termasuk ARFF Amsterdam.
Baca juga: Film Satu Tungku Tiga Batu dari Fakfak akan Dibawa ke Festival Film Internasional
Sutradara Irham Acho Bahtiar menegaskan film tersebut sudah beberapa kali diikutkan dalam festival luar negeri.
“Untuk penayangan di bioskop Indonesia, saat ini memang masih membutuhkan distributor. Mengingat film ini bekerja sama dengan Pemda sebelumnya, maka prosesnya sedang dibicarakan dengan pemerintahan yang baru,” jelas Acho, Rabu (9/9/2026).
Film ini memulai syuting perdana di Fakfak pada 18 Oktober 2023 dengan produser Pieter Ell.