BANJARMASINPIST.CO.ID, BANJARBARU - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bertujuan untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah Kalimantan Selatan (KalselH terus digencarkan petugas gabungan.
OMC di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutlah di Kalsel ini diketahui telah berlangsung sejak tanggal 5 September 2026 lalu.
Satu buah pesawat penyemai terus disiagakan di Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru, Kalsel. Dalam sekali terbang, pesawat ini dapat mengangkut dan menyemai garam halus atau NaCl sebanyak 1 ton.
Pelaksanaan OMC sejak beberapa watu terkahir juga dinilai cukup berhasil karena beberapa daerah di Kalsel, termasuk sebagain wilayah Banjarbaru telah diguyur hujan. Disamping Kabupaten Balangan, Tabalong, HST, Tanbu hingga HSS.
Di sisi lain, pelaksanaan OMC di Kalsel ini juga tidak lepas dari bantuan anggota dari Lanud Sjamsudin Noor.
Baca juga: Diskon Pajak hingga 50 Persen, UPPD Samsat Banjarmasin II Imbau Masyarakat Manfaatkan Keringanan
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan OMC. Lanud Sam menurutnya siap memberikan dukungan secara maksimal terhadap pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.
Personel Lanud Sjam membantu dalam melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan, pengaturan hingga pemuatan bahan semai menuju pesawat BNPB sebelum melaksanakan penerbangan.
Menurutnya, OMC yang terus digencarkan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah Kalsel, sekaligus menjaga kondisi lingkungan tetap basah sehingga dapat menekan potensi meluasnya Karhutla.
“Sinergi BNPB dan Lanud Sam melalui operasi berbasis udara tersebut menjadi wujud nyata kesiapsiagaan dan dukungan bersama dalam menghadapi tantangan kekeringan dan Karhutla di Kalsel,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)