"Tidak sedang dalam performa terbaiknya" - Jose Mourinho membela Vinicius Junior setelah bintang Real Madrid itu dicemooh suporter Bernabeu saat menang atas Inter
Rina Kusumawati September 09, 2026 07:49 PM

Manajer Real Madrid Jose Mourinho membela Vinicius Junior setelah penyerang asal Brasil itu kembali menjadi sasaran siulan dari pendukung timnya sendiri. Winger tersebut ditarik keluar pada fase akhir pertandingan saat kemenangan tipis Real Madrid atas Inter di Liga Champions pada Selasa, ketika para suporter meluapkan kekecewaan mereka setelah penampilan yang kurang menonjol.

Real Madrid menaklukkan Inter dengan skor 2-1 saat membuka kampanye fase liga Liga Champions mereka. Kylian Mbappe dan Federico Valverde mencetak gol untuk Los Blancos, tetapi meski sukses meraih tiga poin penuh, suasana di Bernabeu memburuk menjelang akhir laga ketika Vinicius Junior digantikan. Pemain Brasil itu meninggalkan lapangan pada menit ke-87 diiringi koor siulan dari pendukung tuan rumah, yang menunjukkan ketidakpuasan mereka setelah sang penyerang kesulitan menampilkan ketajamannya saat menghadapi pertahanan Italia yang tangguh.

Berbicara kepada media setelah peluit akhir, Mourinho mengakui bahwa Vinicius saat ini memang tidak berada dalam performa terbaik, tetapi ia menekankan kerja keras sang pemain, terutama dalam membantu pertahanan. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa winger tersebut hanya mengalami kelelahan pada penghujung pertandingan.

"Dia tidak sedang dalam performa terbaiknya, dan dia tahu itu," kata Mourinho dalam konferensi pers usai pertandingan. "Tetapi dia bekerja keras untuk menjadi Vinicius yang menentukan pertandingan. Meski tidak berada dalam kondisi terbaiknya, dia bekerja lebih keras dari sebelumnya.

"Pada momen-momen ketika dia tidak mampu turun membantu bertahan, itu karena kelelahan. Saya harus sangat menghargai hal itu. Saya sangat menghormati Vinicius yang seperti ini. Waktunya akan datang ketika dia menentukan pertandingan, dan memenangkan pertandingan untuk kami."

Mourinho tetap yakin pada kemampuan penyerang itu untuk membalikkan situasi, sembari menyoroti kesulitan taktis yang ditimbulkan oleh sistem wing-back milik Inter.

"Jika dia bekerja, dia akan selalu mendapat dukungan saya," tambahnya. "Dia bekerja sangat keras untuk tim. Bermain melawan tim yang menggunakan tiga bek, dengan wing-back, sangat sulit bagi para winger.

"Jelas, dalam situasi satu lawan satu yang dia dapatkan di sisi kiri, jika Vini berada dalam performa terbaiknya, dia akan membunuh pertandingan. Itulah yang kami harapkan darinya. Tetapi dia sudah memberikan segalanya."

Insiden terbaru ini menambah periode sulit yang sedang dialami pemain internasional Brasil tersebut. Setelah menjalani musim 2025-26 yang berat dan diwarnai kritik berulang dari pendukung Madrid, Vinicius mengikat masa depannya untuk jangka panjang bersama klub pada musim panas ini. Namun, awal musim barunya berjalan lambat menurut standar tinggi yang telah ia tetapkan sendiri, dengan baru mencatatkan satu gol dan dua assist dalam lima penampilan.

Laga melawan Inter juga menyoroti tantangan struktural yang dihadapi tim Mourinho. Karena absennya Bernardo Silva, Arda Guler, dan Eduardo Camavinga akibat skorsing, pelatih Madrid itu terpaksa memainkan Trent Alexander-Arnold di luar posisi aslinya sebagai gelandang tengah. Mourinho memuji usaha pemain Inggris tersebut dengan mengatakan: "Sulit bagi Trent. Saya menghargai usaha yang dia lakukan, tetapi dengan karakteristik yang dia miliki, kebutuhan spesifik untuk bermain sebagai bek sayap atau gelandang tengah, itu sepenuhnya berbeda secara fisik.

"Dia beberapa kali kehilangan bola, karena tidak sama bermain dengan seluruh lapangan di depan Anda, dan bermain dengan setengah lapangan di belakang Anda. Dia pernah bermain di sana beberapa kali bersama Liverpool dan tim nasional, tetapi itu sepenuhnya berbeda. Dia tidak punya lagi yang bisa diberikan."

Vinicius kini menghadapi tugas berat untuk merebut kembali kepercayaan suporter Real Madrid yang menuntut tinggi saat tim asuhan Mourinho kembali ke kompetisi domestik. Los Blancos dijadwalkan menjamu rival sekota Rayo Vallecano dalam derby Madrid di La Liga pada Sabtu, memberi pemain Brasil itu kesempatan langsung untuk membungkam para pengkritiknya di kandang sendiri.

Setelah itu, agenda Eropa akan sejenak dikesampingkan karena jeda internasional yang akan datang. Sekembalinya nanti, Madrid akan bertandang ke ibu kota Italia untuk menghadapi raksasa Serie A, Roma. Setelah baru saja melewati mantan klubnya, Inter, laga itu juga akan mempertemukan kembali Mourinho dengan salah satu bekas timnya yang lain saat Los Blancos berusaha melanjutkan momentum dari kemenangan pembuka mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.