TRIBUNNEWSMAKER.COM - Indonesia memiliki begitu banyak peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjalanan peradaban masa lampau.
Salah satunya adalah Situs Candi Karangnongko yang berada di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Berada di tengah kawasan persawahan, situs ini menyimpan jejak bangunan kuno yang diperkirakan berasal dari masa Mataram Kuno, sekitar abad VIII hingga IX Masehi.
Keberadaannya disebut masih berkaitan dengan perkembangan peradaban Hindu-Jawa di wilayah Klaten pada masa lampau.
Berbeda dengan sejumlah candi besar di Jawa Tengah yang telah dipugar dan dapat disaksikan dalam bentuk bangunan yang relatif utuh, Candi Karangnongko masih menyisakan banyak pertanyaan.
Saat berada di lokasi, pengunjung lebih banyak menemukan susunan batu andesit, bagian dasar bangunan, serta berbagai komponen candi yang masih berada di sekitar area situs.
Baca juga: Krisna Murti Bongkar Kondisi Ammar Zoni di Lapas, Ungkap Hubungan Sang Aktor dengan dr. Kamelia
Bangunan induknya sendiri diperkirakan berukuran sekitar 3 x 3 meter, sementara keseluruhan kawasan situs mencapai kurang lebih 2.000 meter persegi.
Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri.
Situs ini memberikan gambaran tentang bagaimana peninggalan sebuah peradaban ditemukan dalam kondisi yang belum sepenuhnya dapat direkonstruksi.
Keberadaan Candi Karangnongko semakin menarik karena penemuannya berawal dari aktivitas masyarakat.
Situs tersebut diketahui ditemukan warga sekitar pada dekade 1970-an saat menggarap lahan persawahan.
Situs itu diduga sempat tertimbun material vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi.
Seiring penelitian dan penelusuran lebih lanjut, berbagai komponen bangunan kemudian ditemukan di sekitar lokasi.
Ada batu-batu penyusun candi, fragmen, kemuncak, hingga bagian yang diduga berkaitan dengan struktur bangunan.
Di salah satu bagian situs juga terdapat lingga dan yoni, yang menjadi petunjuk penting mengenai latar keagamaan peninggalan tersebut.
Selain itu, ditemukan pula pecahan arca dan sejumlah elemen dekoratif seperti batu relief serta bagian yang berkaitan dengan ornamen candi.
Meski memiliki nilai sejarah yang tinggi, Candi Karangnongko hingga kini masih menyimpan banyak misteri.
Informasi mengenai bentuk asli bangunan, fungsi rinci setiap bagian, hingga sejarah pembangunannya belum seluruhnya terungkap.
Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X bahkan menyebut masih terdapat keterbatasan data valid yang dapat digunakan untuk mengungkap keberadaan situs tersebut secara lebih menyeluruh.
Karena itu, penelitian arkeologi dan sejarah terhadap Candi Karangnongko masih menjadi hal penting.
Bagi wisatawan yang menyukai sejarah, situs ini menawarkan pengalaman berbeda.
Bukan kemegahan bangunan candi yang menjadi daya tarik utamanya, melainkan suasana sunyi, bebatuan kuno, dan jejak masa lalu yang masih menyimpan teka-teki.
Candi Karangnongko seolah mengajak pengunjung melihat sejarah bukan sekadar dari bangunan yang telah berdiri utuh, tetapi juga dari potongan-potongan bukti yang masih tersisa hingga sekarang.
Di balik tumpukan batu andesit dan struktur yang belum sepenuhnya terbaca, tersimpan cerita tentang kehidupan masyarakat Jawa lebih dari seribu tahun silam.
Misteri itulah yang membuat Candi Karangnongko tetap menarik untuk ditelusuri dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan sejarah Klaten.
(Tribunnewsmaker.com)