- Di tengah sejuknya alam pegunungan Tana Toraja, sebuah kafe bernuansa alam berdiri tenang di Tengah hutan Pinus pinggir aliran sungai.
Tempat itu bernama Kondongan Riverside, destinasi wisata yang kini mulai menarik perhatian pencinta healing dan pemburu spot estetik.
Objek wisata ini berada di Jalan Poros Bittuang-Mamasa, tepatnya di Kondongan, Lembang Salutandung, Kecamatan Saluputti, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Lokasinya berada di sisi kanan jalan dari arah Makale menuju Mamasa dengan jarak sekitar 16 hingga 17 kilometer dari pusat Kota Makale atau dapat ditempuh sekitar 30 hingga 45 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Di balik suasana estetik dan tenangnya aliran sungai di tempat itu, ternyata tersimpan kisah perjuangan seorang anak muda Toraja yang pernah gagal mempertahankan usaha kafenya di Surabaya saat pandemi Covid-19 melanda.
Pemilik Kondongan Riverside, Elsanto Rombetasik Tombe, sekaligus pengelola mengatakan kafe tersebut mulai dibuka dan beroperasi sejak tahun 2024.
Nama “Kondongan” diambil dari nama lokasi tempat kafe berdiri, sedangkan “Riverside” menggambarkan posisi kafe yang berada tepat di pinggir sungai.
Elsanto menceritakan sebelum membangun usaha di kampung halaman, dirinya sempat membuka usaha kafe di Surabaya saat masih kuliah pada tahun 2020.
Namun setelah berjalan beberapa bulan usaha tersebut terdampak pandemi Covid-19.
Sepulang ke Toraja, ia melihat rumah dan tanah milik orang tuanya yang tidak dimanfaatkan.
Di sisi lain, pemandangan alam di lokasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat wisata.
Kini, bekas rumah orang tua itu berubah menjadi kafe dan resto bernuansa alam dengan berbagai fasilitas mulai dari gazebo, tempat billiard, penginapan, hingga area bermain anak.
Konsep bangunan Kondongan Riverside terinspirasi dari beberapa tempat di Pulau Jawa, terutama Bali, yang kemudian dipadukan dengan suasana alami khas Toraja.
Target pengunjungnya pun dibuat untuk semua kalangan.
Bagi anak muda tersedia area billiard dan spot foto estetik, sementara anak-anak dapat bermain pasir bersama orang tua mereka.
Sedangkan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia penginapan dengan nuansa alam terbuka.
Tak hanya mengandalkan pemandangan, Kondongan Riverside juga memiliki kopi racikan sendiri.
Kondongan Riverside buka setiap hari mulai pukul 09.00 WITA hingga 20.00 WITA.
Saat memasuki area kafe, pengunjung akan langsung disambut deretan bunga warna-warni yang membuat suasana terasa asri dan segar.
Di bagian depan berdiri gazebo dan meja-meja kayu estetik yang dihiasi lampion anyaman bambu.
Pada sisi kiri terdapat taman bunga lengkap dengan patung bangau dan kolam ikan hias.
Sementara di bagian bawah, pengunjung dapat menikmati suara aliran sungai sambil duduk santai di berbagai spot foto berlatar batu-batu besar dan panorama alam hijau.
Bahkan toilet di tempat ini dibuat unik dengan kaca bulat yang sering dijadikan mirror selfie oleh pengunjung.
Di sisi kanan area kafe juga tersedia gazebo tambahan dan ruang billiard untuk bersantai bersama teman.
Untuk makanan dan minumannya, Kondongan Riverside menyediakan berbagai menu jus, kopi, hingga makanan berat bagi pengunjung yang ingin bersantai lebih lama menikmati suasana alam pinggir sungai khas Toraja.(*)
Program: To The Point
Editor: Magang/Chrysilla Cindy Aurellia
#KondonganRiverside #WisataTanaToraja #KafeToraja