Dugaan penganiayaan terhadap seorang warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, oleh oknum TNI, mendapat perhatian serius dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1630 Manggarai Barat).
Korban bernama Syarief dilaporkan mengalami luka dan lebam setelah terlibat keributan di kebunnya pada Selasa (8/9/2026).
Video pascakejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan Syarief dalam kondisi lemah, sementara dua pria berseragam loreng tampak berada di lokasi. Keluarga menyebut peristiwa itu terjadi di depan istri dan anak korban.
Komandan Kodim 1630 Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, menegaskan pihaknya telah memanggil dua anggota yang disebut terlibat dalam peristiwa tersebut.
Budiman menjelaskan bahwa persoalan ini berkaitan dengan masalah keluarga. Menurutnya, korban dan dua anggota TNI yang disebut dalam kejadian itu masih memiliki hubungan kekerabatan.
Budiman juga menyampaikan bahwa pihak Kodim telah mengunjungi korban di rumah sakit dan menyampaikan permintaan maaf atas nama institusi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
Hingga Rabu pagi, korban masih menjalani perawatan jalan setelah sempat dirawat di RSU Siloam Labuan Bajo.
Keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan transparan. Sementara itu, Kodim 1630 menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus dan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.