...Untuk besok mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya serta angin

Pandeglang (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyebutkan bahwa proses operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis dalam speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, dilanjutkan pada Kamis (10/9) dengan perluasan area penyisiran.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, Rabu menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi sementara, sektor selatan perairan hingga radius kurang lebih 20 nautical mile dari titik tengah Gunung Anak Krakatau dinilai telah ter-cover secara penuh.

Oleh karena itu, lanjut dia, strategi pencarian pada hari berikutnya akan difokuskan pada penyesuaian arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau," jelasnya.

Ia bilang, rangkaian operasi pencarian lanjutan dijadwalkan akan kembali dimulai pada pukul 07.00 WIB, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di perairan yang cenderung lebih landai pada pagi hari.



Namun demikian, sebanyak tujuh SAR Unit (SRU) dari lima sektor yang melibatkan sembilan alat utama (alut) dikerahkan untuk menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Posisi Anak Krakatau sudah dikelilingi. Kalau kita tarik dengan radius, itu kurang lebih sampai dengan 15 sampai 20 nautical mile dari Anak Krakatau," paparnya.

Dia merinci, untuk hari kedua pencarian ini terdapat sembilan alut yang digerakkan dibagi ke dalam sektor-sektor pencarian strategis. Unsur RIB 02 Kantor SAR Banten melakukan pencarian di sekitar Tenggara Krakatau dengan jarak kurang lebih 67 nautical mile.

Sementara itu, dua unit RIB Lampung menyisir kawasan Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, Sebukut, hingga Utara Krakatau. Adapun kapal-kapal besar seperti KN SAR Tetuka dan KL Anyar memfokuskan pencarian di sektor Barat Laut Gunung Anak Krakatau dan Teluk Semangka.



"Penyisiran serupa juga dilakukan oleh KP Sanjaya di sektor Tenggara Gunung Anak Krakatau, serta KRI Leuser dan KRI Lepu yang masing-masing bergerak di sisi timur dan barat daya Gunung Anak Krakatau sambil mencari posisi aman untuk lego jangkar," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, selama pencarian tim SAR gabungan sempat menghadapi sejumlah tantangan cuaca di lapangan. Di mana, gelombang laut terpantau bervariasi mengingat posisi alut tidak berada di titik yang sama karena dipengaruhi faktor arus, di samping aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus aktif.

Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak menyurutkan langkah tim di lapangan dan petugas memetakan titik penempatan alut secara cermat, termasuk menempatkan unsur RIB sebagai alut terkecil di area yang telah diperhitungkan keamanannya.

"Selain penyisiran permukaan laut, KN SAR Tetuka juga sempat menerbangkan drone di sekitar Pulau Sebuku guna memaksimalkan pencarian visual, meski harus dibatasi demi faktor keselamatan," kata dia.