Dikira Begal, Dua Pria Mabuk Diamuk Massa di Serang Baru Bekasi
Dwi Rizki September 09, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Dua pria berinisial NF dan EE diamuk warga di Jalan Kampung Cibenda, dekat Ruko H Ecin, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Senin (7/9/2026) malam.

Keduanya menjadi sasaran amukan warga setelah dikira sebagai pelaku begal karena sempat menghentikan sejumlah pengendara sepeda motor di jalan tersebut.

Namun, setelah polisi dari Polsek Serang Baru mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan, diketahui NF dan EE dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman keras jenis arak Bali.

"Kedua pria ini sebenarnya kasihan. Kan belum ditanya-tanya karena keadaannya belum sadar, gara-gara mabuk arak Bali," kata Kanit Reskrim Polsek Serang Baru Iptu Augusman Harefa saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Harefa menjelaskan, sebelum diamuk warga, NF dan EE diketahui sempat menghentikan sejumlah pengendara sepeda motor.

Tindakan tersebut kemudian membuat warga sekitar menduga keduanya merupakan pelaku begal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, NF dan EE sebelumnya sempat terlibat keributan dengan orangtua mereka.

Setelah itu, keduanya meninggalkan rumah sambil berteriak-teriak hingga akhirnya menghentikan sejumlah pengendara yang melintas.

"Mereka warga asli situ. Mereka mabuk dua-duanya dan sempat ribut sama orangtuanya, kemudian kabur sambil teriak-teriak," jelas Harefa.

Salah satu pengendara yang sempat dihentikan NF adalah perempuan berinisial U.

Baca juga: Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan dan Ketahanan Nasional

Saat dihentikan, U terjatuh karena kehilangan keseimbangan.

"Jadi di jalan siapa saja diberhentikan," imbuhnya.

Kapolsek Serang Baru AKP Huntal Sibarani memastikan U tidak mengalami penganiayaan maupun menjadi korban pembegalan.

"Cewek yang di pinggir jalan itu hilang keseimbangan dan jatuh," ujar Huntal saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Huntal, NF yang saat itu dalam kondisi mabuk justru sempat hendak membantu U yang terjatuh.

Hal tersebut diketahui setelah polisi meminta keterangan kepada U terkait kejadian yang dialaminya.

"Artinya tidak ada korban. Cewek itu ketakutan, dipikir orang mabuk itu mau begal, ternyata bukan," ucapnya.

Pasca kejadian, U kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada kerabatnya berinisial P.

P bersama sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi untuk mencari NF berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan U.

Namun, NF tidak ditemukan di lokasi awal.

Saat hendak pulang, P kemudian melihat NF sedang berjalan bersama EE dan seorang anak kecil.

P lalu berteriak 'Begal' sehingga warga sekitar berdatangan dan mengejar keduanya.

"Jadi ada salah paham. Dikira masyarakat itu dibegal. Lalu cewek itu teriak bukan-bukan, tapi sudah terlambat karena sudah ramai dan kemudian diamuk massa," tuturnya.

NF dan EE kemudian menjadi sasaran amukan warga di sebuah ruko sebelum polisi dari Polsek Serang Baru tiba di lokasi dan mengamankan keduanya.

Huntal mengatakan, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara keseluruhan rangkaian kejadian tersebut.

"Terkini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," pungkas Huntal. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.