TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Iran membalas tegas aksi pemboman lima kapal tankernya oleh militer Amerika Serikat. Selain menembakkan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania, Teheran turut mengklaim telah menghantam sejumlah kapal perang serta kapal tanker milik AS di perairan kawasan.
Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat tajam setelah militer AS menyerang lima kapal tanker minyak milik Iran di kawasan Teluk Oman dan dekat Pulau Kharg, Rabu (9/9/2026). Serangan balasan pun langsung diluncurkan pihak Teheran ke pangkalan militer AS di Yordania.
Aksi gempuran militer Washington tersebut dilakukan setelah AS menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dua kali berupaya menargetkan kapal perang AS dalam kurun waktu dua hari terakhir.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa armada kapal perang AS berhasil mengindari serangan IRGC tersebut. Pihaknya memastikan tidak ada personel militer AS yang dilaporkan terluka dalam insiden di perairan kawasan.
Baca juga: Prabowo Janji Beri Bonus Rp3 Miliar & Percepat Karier bagi Atlet Peraih Medali Emas Asian Games
Iran Balas Serang Pangkalan dan Kapal AS
Merespons serangan terhadap lima armada tankernya, Iran melakukan aksi balasan dengan meluncurkan rentetan rudal ke arah pangkalan militer AS yang berada di Yordania.
Selain menargetkan pangkalan di darat, pihak Teheran juga mengklaim telah berhasil menyerang sejumlah kapal milik AS serta armada tanker lain yang beroperasi di kawasan tersebut.
Eskalasi Terbesar dan Imbas ke Harga Minyak Dunia
Baku tembak terbaru ini menjadi salah satu puncaknya eskalasi dalam krisis militer AS dan Iran yang telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan terakhir.
Konflik maritim yang memanas di jalur pasokan vital ini berimbas langsung pada guncangan pasar energi internasional. Harga minyak dunia tercatat melonjak tajam hingga menyentuh angka 99,49 dolar AS per barel pada sesi perdagangan awal Rabu.
Baca juga: Klaim Iran Sita Drone Laut Dive-LD AS, CENTCOM Tegaskan Kendaraan Lama Rusak
(*)





