Diduga Keracunan MBG, Febiona Hilang Ingatan hingga 70 Persen, Ini Penjelasan Dokter
Laksmi Anindita September 09, 2026 09:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Dokter spesialis penyakit dalam dr Ari Fahrial Syam mengungkap analisis mengenai kondisi Febiona br Purba, siswi SMK yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Febiona diketahui mengonsumsi menu ikan tongkol saat program MBG pada 13 Agustus 2026.

Menurut ibunya, Elvinus Lusiana, sebelum mengalami gangguan kesehatan, Febiona sempat mengeluhkan rasa ikan yang pahit dan keras.

“Rasanya (ikan tongkol di MBG) pahit dan keras katanya (Febiona). Tapi pikirnya (Febiona) kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus.

Setelah menyantap makanan tersebut, Febiona mulai mengalami pusing dan lemas.

Kondisinya kemudian semakin memburuk setelah tiba di rumah.

Febiona mengalami kejang hingga tidak mampu kembali beraktivitas seperti biasa.

Ia bahkan disebut mengalami gangguan ingatan hingga 70 persen.

Terkait kondisi tersebut, dr Ari menjelaskan bahwa keracunan makanan dapat menimbulkan gejala yang berbeda pada setiap orang.

Menurutnya, keracunan dapat menyebabkan muntah dan diare yang kemudian memicu dehidrasi serta gangguan elektrolit.

Kondisi tersebut pada tingkat tertentu dapat berdampak pada sistem saraf.

Baca juga: Viral Warga Ledoksari Tetap Bertahan meski SP 1 PT KAI Berakhir: Kita Ini Punya Kehidupan

“Ketika terjadi suatu keadaan keracunan makanan bisa terjadi muntah, diare dan kondisi ini pertama, bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi dan gangguan elektrolit. Itu bisa menyebabkan gangguan kepada sistem saraf kita, itu dari sisi dampak akibat gastrotritis atau infeksi usus dan lambung,” ungkap dr Ari Fahrial Syam.

Ia juga menjelaskan bahwa jenis kuman penyebab keracunan turut menentukan dampaknya terhadap tubuh.

Menurut dr Ari, terdapat kuman yang tidak hanya menyerang saluran pencernaan, tetapi juga dapat berdampak pada sistem saraf.

Selain itu, racun yang ditimbulkan juga disebut dapat mengganggu fungsi otak.

“Di satu sisi itu juga tergantung dari kumannya. Ada kuman-kuman yang memang selain menyerang usus, bisa berdampak pada sistem saraf kita. Ketiga bisa terjadi racun tersebut bisa mengganggu otaknya,” kata dr Ari.

Saat membahas ikan tongkol yang dikonsumsi Febiona, dr Ari mengatakan ikan dan makanan laut merupakan jenis pangan yang mudah tercemar apabila penanganannya tidak tepat.

Ia menjelaskan, makanan laut harus disimpan pada suhu yang sesuai sebelum dimasak untuk mencegah kontaminasi.

“Seafood atau ikan adalah makanan yang mudah sekali tercemar. Kalau dia tidak dijaga suhunya, suhu dinginnya misalnya bisa saja terkontaminasi saat mentah. Ketika dimasak mungkin sebagian bakterinya hilang tapi toksinnya masih ada,” ungkapnya.

Menurut dr Ari, perhatian juga perlu diberikan setelah makanan selesai dimasak.

Ia menyarankan makanan seperti ikan dan seafood segera dikonsumsi setelah matang agar tidak kembali terkontaminasi.

“Dan ketika sudah dimasak, memang harus segera dikonsumsi agar tidak terkontaminasi. Ikan salah satu media yang cukup baik mudah tercemar oleh berbagai macam bakteri sehingga mengandung racun,” katanya.

Sebelumnya, Elvinus juga menceritakan hasil pemeriksaan medis yang diterima keluarganya.

Menurut keterangan yang ia dengar dari dokter, terdapat dugaan racun yang menyebar ke otak Febiona.

“Kalau di rumah sakit Haji, cuma apa, sesudah pindah dari ruang ICU kami, dipindahkan ke ruangan, dibilang dokternya, otaknya ini kecampur racunnya,” ungkap Elvinus dalam video yang dibagikan akun X atau Twitter txtdarimedia.

“Kata dokternya ada racun jamur,” sambungnya.

Baca juga: Liput Erupsi Anak Krakatau, 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Sempat Kirim Lokasi Kapal

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.