TRIBUNLOMBOK.COM — Sirkuit Mandalika menjadi lokasi para rider Ducati Panigale V4 S selama belajar berkendara selama dua hari, 5–6 September 2026, dalam rangkaian program Ducati Riding Experience (DRE).
Selama periode tersebut, pelanggan Ducati dari berbagai negara mendapat kesempatan merasakan langsung performa motor sport premium sekaligus mengasah kemampuan berkendara melalui program yang dirancang secara bertingkat dan sistematis.
Sebanyak 12 instruktur DRE dilibatkan untuk memberikan coaching kepada 60 peserta pada setiap sesi, dengan pembagian kelas berjenjang dari level pemula hingga rider berpengalaman.
Chief Instructor sekaligus Technical Director DRE, Dario Marchetti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengakomodasi peserta dengan berbagai tingkat kemampuan.
DRE memiliki lima level kelas, empat di antaranya merupakan kelas dasar di lintasan, ditambah satu format one-to-one khusus.
Baca juga: Ducati Kunci Duet Marc Marquez-Pedro Acosta mulai Musim MotoGP 2027
Instruktur asal Indonesia, Doni Tata Pradita, memaparkan peserta yang baru pertama kali mencoba sirkuit ditempatkan pada kelas Intro.
Mereka yang sudah memiliki pengalaman dapat mengikuti kelas Warm Up dan Evo, sementara rider berpengalaman atau yang terbiasa mengikuti track day masuk ke kelas Master.
Adapun pelanggan VIP mendapatkan sesi eksklusif format one-to-one bersama chief instructor.
Rangkaian agenda DRE tidak langsung menerjunkan peserta ke lintasan.
Sebagai instruktur kelas Warm Up, Doni membawa lima peserta dalam setiap sesi dengan fokus coaching pada tiga aspek utama berupa racing line, braking point, dan posisi tubuh saat berkendara (riding body position).
Sebelum turun ke trek, peserta terlebih dahulu diarahkan mempelajari posisi tubuh melalui simulator training.
Tahap ini mencakup latihan posisi tubuh ketika berada di trek lurus, saat melakukan pengereman, hingga ketika bermanuver cornering ke kanan maupun kiri.
“Cara meng-handle Panigale V4 S di Mandalika, biar aman dan safety tentunya. Kita di sini cari experience,” kata Doni.
Setelah tahap persiapan di simulator, agenda berlanjut ke sesi-sesi lintasan yang disusun secara progresif.
Pendekatan bertahap ini terbukti menghasilkan perkembangan yang terukur dari catatan waktu peserta.
Doni mencatat salah satu kelompok yang ia latih memulai sesi pertama dengan waktu sekitar 2 menit 35 detik, meningkat menjadi 2 menit 20 detik pada sesi kedua, hingga akhirnya mencapai kisaran 2 menit 5–6 detik pada sesi kelima.
Kelompok peserta dengan pengalaman track day lebih tinggi, seperti peserta asal Australia dan Filipina, juga menunjukkan kemajuan dari catatan awal sekitar 2 menit 10 detik menjadi 1 menit 58 detik pada sesi terakhir.
Bagi Doni, capaian waktu bukan tolok ukur utama keberhasilan program.
Instruktur justru dituntut menjaga ritme latihan agar peserta berkembang tanpa mengambil risiko berlebihan.
“Untuk instruktur nggak harus mengejar waktu tercepat, yang penting adalah safety,” tegasnya.
Rangkaian agenda DRE turut menghadirkan tantangan pengenalan karakter Sirkuit Mandalika bagi peserta yang baru pertama kali melintasinya.
Doni menyebut tikungan 7–8 di sektor kedua, serta Turn 13 dan Turn 15–16 di sektor ketiga, sebagai bagian lintasan yang cukup menantang karena karakter blind corner dan perubahan elevasi.
Pada Turn 13, misalnya, rider dituntut berada di sisi kanan untuk mendapatkan racing line yang tepat menuju tikungan kiri.
“Kalau di layout-nya sepertinya gampang, tapi begitu di trek rata-rata sesi 1, sesi 2 dia masih bingung, masih belum hafal lintasannya,” ujar Doni.
Di titik inilah peran instruktur menjadi krusial sebagai pemandu sekaligus pemberi koreksi teknis, membantu peserta memahami logika di balik pemilihan racing line dan bukan sekadar mengikuti motor di depan.
Seluruh peserta kelas reguler menggunakan unit Ducati Panigale V4 S 7G yang sama.
Sementara peserta one-to-one mendapat fasilitas tambahan berupa ban slick dan area paddock tersendiri untuk pengalaman yang lebih mendekati suasana balap profesional.
Di Sirkuit Mandalika, motor tersebut mampu memacu kecepatan hingga sekitar 265 kilometer per jam.
(*)