Kebakaran Hutan di Poso Hanguskan Lahan Perkebunan Warga dan Kawasan Pinus KPH Sintuwu Maroso
Regina Goldie September 09, 2026 11:24 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak hanya mengancam ekosistem hutan lindung, tetapi juga mulai melalap lahan produktif masyarakat dan kawasan tanaman industri. 

Hingga Agustus 2026, total akumulasi lahan terbakar di Sulteng telah menembus 3.138,08 hektar.  Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulteng, Susanto Wibowo, mengungkapkan bahwa sektor yang paling rentan dan terdampak langsung dari kobaran api ini adalah area perkebunan warga serta kawasan tanaman pinus.  

"Dampak kebakaran ini menyasar langsung lahan produktif perkebunan milik warga serta kawasan tanaman pinus, khususnya yang berada di wilayah KPH Sintuwu Maroso, Kabupaten Poso," ujar Susanto, Selasa (8/9/2026).  

Pinus Rawan Terbakar dan Pemicu Pembukaan Kebun

Susanto menjelaskan, kawasan hutan pinus memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi saat musim kemarau. 

Serasah daun pinus yang kering dan kandungan resin pada pohon membuatnya sangat mudah tersulut api dan memicu kobaran yang cepat meluas.  

Selain faktor alam dan cuaca ekstrem, pemicu utama masuknya api ke lahan produktif ini adalah kebiasaan pembersihan atau pembukaan kebun oleh warga dengan cara dibakar.

Baca juga: Puluhan Kontainer Kepung Kantor Gubernur Sulteng, Sopir Ngamuk Sistem Barcode Solar Rusak 2 Pekan

Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di sekitar vegetasi kering juga menjadi penyumbang maraknya titik api (hotspot).  

Berdasarkan data historis kurun waktu 2019 hingga 2026, Kabupaten Poso sendiri mencatatkan akumulasi kebakaran lahan yang sangat tinggi, yakni mencapai 11.752,83 Hektar. 

Angka ini menempatkan Poso di posisi kedua wilayah terparah Karhutla di Sulteng setelah Morowali Utara.  

Ancam Ekonomi Warga dan Fungsi Ekologis

Terbakarnya lahan perkebunan warga mengancam mata pencaharian masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari hasil bumi. 

Sementara itu, rusaknya kawasan tanaman pinus di wilayah KPH Sintuwu Maroso berpotensi menurunkan fungsi ekologis hutan serta merusak kualitas tanah di wilayah Poso dan sekitarnya.  

Baca juga: Pabrik Sawit PT SPN di Desa Londi Morowali Utara Dilaporkan Terbakar, Asap Hitam Membumbung

Untuk mengamankan kawasan produktif dan hutan pinus tersebut, Dishut Sulteng telah menyiagakan Posko Siaga Taktis Pengendalian Karhutla di wilayah Poso (Posko Siaga II, III, dan VI).  

"Kami menerjunkan tim gabungan dari Polhut, Manggala Agni, TNI-Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa. Kami juga mengimbau keras agar warga menghentikan tradisi membuka lahan dengan cara dibakar agar kerusakan tidak semakin parah," tegas Susanto.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.