Penembakan Warga Sipil di Jayawijaya Meluas Dari Festival Baliem ke Petugas Bantuan
Marius Frison Yewun September 09, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, JAYAWIJAYA – Gangguan keamanan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan meningkat dalam rentan waktu singkat. Tercatat dua insiden penembakan berturut-turut yang menyasar warga sipil sepanjang Agustus hingga September 2026.

Penembakan terbaru terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore di Distrik Muliama. Rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya disergap saat mendistribusikan bantuan pangan ke warga. Tiga orang pegawai yakni Aprida Rafi, Drh. Alfan Mehan dan Wilimbuik dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Baca juga: Kemarau Panjang Melanda Fakfak, Akses Air Bersih Makin Sulit

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, membenarkan serangan yang terjadi pada pukul 15.47 WIT tersebut.

penembakan di FBLB Jayawijaya
MENGAMANKAN DIRI – Aparat kepolisian dan masyarakat yang menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan mencari perlindungan untuk mengamankan diri dari balik gubuk menyusul adanya penembakkan yang mengakibatkan dua warga mengalami luka, Sabtu (8/8/2026). (TribunPapua)

Insiden di Muliama ini terjadi berselang tepat satu bulan dari kekacauan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34. Pada Sabtu (8/8/2026) siang, aksi penembakan oleh OTK juga meletus di pintu masuk area festival di Distrik Welesi.

Baca juga: Biak Numfor Gelar Festival Melanesia, Undang Negara Pasifik dan Dubes

Kepanikan massal tidak terhindarkan. Ribuan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, dievakuasi setelah tembakan mengenai dua warga sipil asal Wamena: Laode Muhammad Kojo (43) dan Salbiah (50). Keduanya mengalami luka dan dirawat di RSUD Wamena, sementara festival langsung dihentikan aparat gabungan.

Rangkaian dua peristiwa ini memperlihatkan eskalasi ancaman OTK di Jayawijaya. Serangan kini meluas dan tidak tebang pilih-mulai dari melumpuhkan agenda pariwisata publik berskala internasional, hingga mencegat distribusi bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pedalaman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.