Mekanisme Gus Firjaun Pimpin PWNU Jatim Usai Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU
Dyan Rekohadi September 10, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan normal pascaditempatkannya amanah baru kepada KH Abdul Hakim Mahfudz.

Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang yang akrab disapa Gus Kikin itu resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-35 NU hingga harus bertugas di Jakarta.

Demi menjaga kelancaran roda organisasi, pelaksanaan tugas harian Ketua PWNU Jatim kini dilimpahkan kepada sang Wakil Ketua, KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman.

Baca juga: Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Janji Tak Bakal Lupakan PWNU Jatim

 

Pendelegasian Tugas Organisasi

Pelimpahan wewenang harian itu mencakup penandatanganan berbagai berkas dan surat-surat resmi organisasi.

"Yang jelas saat ini untuk tugas-tugas harian KH Abdul Hakim Mahfudz sudah didelegasikan kepada KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman," kata Sekretaris PWNU Jatim Muhammad Faqih kepada SURYA.CO.ID saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Gus Kikin sendiri diketahui telah menjabat sebagai Ketua PWNU Jatim sejak terpilih dalam Konferwil di Ponpes Tebuireng pada 2024 lalu.

Baca juga: Gus Kikin Pulang ke Tebuireng Usai Terpilih Jadi Ketum PBNU, Ribuan Santri Sambut dengan Salawat

 

Mekanisme Pergantian Sesuai ART NU

Muhammad Faqih menjelaskan bahwa mekanisme pendelegasian hingga pergantian antarwaktu telah diatur secara rinci dalam Anggaran Rumah Tangga NU.

Aturan itu tertuang pada Bab XV Pasal 50 yang merujuk pada Pasal 49 ayat (1) terkait kondisi ketua yang berhalangan tetap.

"Ketika saat ini KH Abdul Hakim Mahfudz terpilih sebagai Ketua Umum PBNU maka sekarang untuk menanda tangani surat-surat selain Surat Keputusan sudah didelegasikan kepada Wakil Ketua yaitu KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman," ungkap Faqih.

Baca juga: PWNU Jatim Bentuk Forum Ekonomi Pancasila untuk Kawal Kebijakan UMKM

 

Profil Singkat Gus Firjaun

Gus Firjaun yang kini menjalankan tugas penting itu bukanlah sosok asing di lingkungan Nahdliyin Jawa Timur.

Mantan Wakil Bupati Jember itu merupakan putra dari Rais Aam Syuriah PBNU periode 1984–1991, KH Achmad Shiddiq.

Tokoh alumni Ponpes Tebuireng ini juga berasal dari keluarga pengasuh Pesantren Ash-Shiddiqi Putra dan Putri di Jember.

Menunggu SK Definitif PBNU

Pihak PWNU Jatim menegaskan pengesahan SK Pejabat Ketua masih menunggu perumusan susunan pengurus PBNU secara menyeluruh.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya jajaran pengurus PWNU Jatim lain yang ditarik masuk ke struktur pusat.

"Jika benar seperti itu maka mereka yang ikut masuk PBNU itu pun harus diisi penggantinya, SKnya akan bersama-sama," jelas Faqih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.