SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memacu motivasi ratusan mahasiswa baru Institut Agama Islam Sabilillah (INSA) Lamongan, Rabu (9/9/2026).
Mendatanginya ajang Pengenalan Budaya Akademik itu, pria yang akrab disapa Pak Yes itu menekankan pentingnya pembentukan karakter yang religius sekaligus adaptif.
Langkah itu dinilai krusial agar generasi muda daerah mampu menjawab tantangan serta persaingan zaman yang kian dinamis.
Baca juga: Anies Baswedan Turun ke Lamongan, Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Titian Persatuan
Dalam kuliah umum bertema "Membangun Generasi Religius, Berjiwa Entrepreneur dan Berdaya Saing", Pak Yes menyebut potensi Lamongan sangat besar.
Namun, potensi itu harus diimbangi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penguasaan keterampilan praktis.
"Kita sesungguhnya punya potensi besar untuk Lamongan ini terhadap masa depan yang akan kita hadapi, namun demikian, kita memerlukan skill, pengetahuan, dan keterampilan dalam rangka untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing," ujar Yuhronur.
Ia menambahkan, keberadaan perguruan tinggi berbanding lurus dengan kemajuan pembangunan di suatu wilayah.
"Karena kita buktikan bahwa dengan semakin banyaknya kampus di suatu daerah juga berkorelasi terhadap kemajuan sebuah daerah tersebut," katanya.
Baca juga: Ketua DPRD Lamongan Dukung SMSI Perkuat Pers Profesional dan Berintegritas
Pak Yes juga mengapresiasi hadirnya program studi seperti ketahanan keluarga hingga ekonomi syariah di INSA Lamongan.
Jurusan-jurusan itu dinilai sangat selaras dengan kebutuhan pengembangan sosial dan perekonomian warga lokal.
"Fakultas-fakultas ini sangat cocok sekali dengan pembentukan karakter dan peningkatan daya saing, ada ketahanan keluarga, ada juga ekonomi syariah yang tentu ini sesuai dengan apa yang menjadi potensi dan tantangan masyarakat Lamongan ke depan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sabilillah Lamongan, H. Ongki Wijaya Ismail Putra, mencatat sekitar 300 mahasiswa resmi bergabung pada tahun pertama.
Pihaknya berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang mengedepankan mutu akademis serta nilai kejujuran.
"Yang kami tekankan adalah satu, kualitas, yang kedua, integritas dan kejujuran, sehingga yang kami harapkan nantinya, baik jalannya perkuliahan, tenaga pendidik maupun mahasiswa dalam menjalani perkuliahan bisa dengan semaksimal mungkin," terangnya.
Ongki menegaskan, proses pembelajaran di INSA Lamongan bakal dibekali dengan kegiatan yang mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Kami membangun universitas ini tidak hanya nantinya membekali mahasiswa dengan ilmu agama, tetapi kami juga mendasari para mahasiswa kita dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kesejahteraan masyarakat," kataya.
Melalui pendekatan itu, para lulusan diharapkan dapat menjadi pencerah dan penggerak kemajuan daerah.
"Harapan ke depan kami sederhana, insya Allah kami akan terus-menerus melakukan kegiatan-kegiatan syiar ilmu, kegiatan-kegiatan pendidikan yang nantinya kami harapkan menjadi pelita pencerah bagi masyarakat Lamongan," pungkas Ongki.