Solusi Bangunan Masa Depan: SIG Dorong Bahan Material Rendah Emisi di Lima Kota Besar
Dyan Rekohadi September 10, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) secara konsisten memperkuat komitmennya dalam menghadirkan inovasi material bangunan rendah emisi di tanah air.

Langkah strategis itu diambil demi mendorong terwujudnya pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.

Guna memperluas dampaknya, SIG menggandeng Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam ajang Indonesia Green Building Festival 2026 di lima kota besar.

Rangkaian acara itu digelar mulai dari Bandung pada 9 September 2026 hingga Surabaya pada 29 September 2026.

Agenda itu dirancang untuk memicu para pelaku industri agar menerapkan prinsip bangunan hijau secara nyata.

Fokus utamanya berada pada pemilihan material produksi serta penerapan proses pengerjaan konstruksi yang berkelanjutan.

Baca juga: Pasar Semen Mulai Pulih, SIG Bukukan Pertumbuhan Kinerja Semester I 2026

 

Inovasi Material Rendah Emisi

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa penerapan standar konstruksi ramah lingkungan harus dibarengi dengan ketersediaan produk material yang tepat.

“Transisi menuju konstruksi rendah emisi membutuhkan kolaborasi seluruh rantai nilai, sekaligus ketersediaan solusi bahan bangunan untuk berbagai kebutuhan proyek,” kata Reni Wulandari, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan SIG menggunakan bahan baku serta proses pembuatan yang sangat menjaga kelestarian alam.

“SIG menghadirkan inovasi produk dan solusi rendah emisi yang diproduksi dengan bahan baku dan proses yang ramah lingkungan,” imbuhnya.

Baca juga: Strategi Efisiensi SIG Berhasil Gaet Laba Periode Berjalan Sebesar Rp 228 Miliar

 

Penerapan Ekonomi Sirkular dan EBT

Perusahaan turut menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah sampah kota menjadi refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.

Penggunaan limbah industri dan biomassa itu berhasil mendorong tingkat substitusi energi panas pabrik hingga menyentuh angka 25 persen.

Langkah transisi energi juga diperkuat lewat pemasangan solar panel serta pemanfaatan gas panas buang di area operasional.

Sistem digitalisasi pabrik pun diterapkan guna mengoptimalkan proses produksi agar lebih efisien dan hemat biaya.

Baca juga: SIG Kenalkan Inovasi Rumah Bata Interlock, Solusi Hunian Cepat dan Tahan Gempa

 

Semen Hijau dan Daya Saing Global

Inisiatif lingkungan itu sukses menghasilkan semen hijau yang mampu memangkas intensitas emisi karbon hingga 38 persen dibanding semen konvensional.

Selain itu, inovasi Bata Interlock Presisi turut dihadirkan sebagai solusi hunian tahan gempa, tahan api, dan efisien.

“Dalam mengambil peranan yang lebih luas, SIG menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi sebagai solusi konstruksi yang mengedepankan kecepatan, efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa penerapan prinsip hijau kini menjadi keunggulan utama dalam menghadapi persaingan bisnis modern.

“Produk-produk SIG juga telah tersertifikasi SNI dan mengandung komponen dalam negeri (TKDN) tinggi lebih dari 90 persen, dengan semua keunggulan yang dimiliki, produk SIG memiliki daya saing di level nasional bahkan global,” pungkas Reni.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.