Mantan Kepala Shin Bet: Israel Menang Pertempuran, tetapi Kalah dalam Perang
Ansari Hasyim September 10, 2026 01:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Mantan kepala badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, Ami Ayalon, melontarkan penilaian keras terhadap arah perang Israel.

Menurutnya, keunggulan militer yang diraih Israel di sejumlah medan pertempuran belum berhasil diterjemahkan menjadi kemenangan strategis.

Dalam sebuah wawancara dengan media setempat, Ayalon menggambarkan kondisi tersebut dengan kalimat tajam: Israel mungkin memenangkan sejumlah pertempuran, tetapi belum memenangkan perang.

Ayalon mengakui militer Israel telah memperoleh keuntungan besar dalam menghadapi Hamas, Hizbullah, dan Iran. Namun, menurut dia, capaian tersebut tidak otomatis berarti tujuan strategis Israel telah tercapai.

Ia menilai Hamas dan Hizbullah masih menjadi ancaman strategis meskipun kedua kelompok tersebut mengalami kerugian besar akibat operasi militer Israel.

Masalahnya Bukan Hanya di Medan Perang

Menurut Ayalon, persoalan terbesar justru terletak pada tidak jelasnya tujuan politik perang.

Ia menilai perang telah berubah dari sekadar sarana untuk mencapai tujuan politik menjadi tujuan itu sendiri. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat Israel kesulitan menentukan seperti apa akhir perang yang benar-benar dapat disebut sebagai kemenangan.

“Perang tanpa tujuan politik tidak berakhir dengan kemenangan,” ujar Ayalon, Selasa.

Baca juga: Israel Ancam Perang Habis-habisan dengan Otoritas Palestina jika Serangan Besar Terjadi

Pandangan tersebut menyoroti persoalan yang lebih luas: kemenangan militer tidak selalu menghasilkan penyelesaian politik.

Israel Menghadapi Dua Medan Pertempuran

Ayalon juga memperingatkan bahwa Israel kini tidak hanya menghadapi pertarungan bersenjata.

Menurutnya, terdapat dua front yang sama pentingnya, yakni medan perang militer dan arena gagasan, ideologi, serta legitimasi internasional.

Di medan militer, Israel memiliki keunggulan teknologi dan kekuatan persenjataan. Namun, Ayalon menilai kekuatan militer memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan gagasan dan ideologi.

Kekuatan militer, menurutnya, tidak cukup untuk mengalahkan sebuah ide.

Karena itu, melanjutkan perang tanpa menawarkan prospek politik bagi rakyat Palestina justru dapat memperdalam persoalan yang ingin diselesaikan Israel.

Peringatan tentang Masa Depan Israel

Ayalon bahkan menghubungkan kebuntuan tersebut dengan masa depan proyek Zionis.

Menurut dia, jika perang terus berlangsung tanpa arah politik yang jelas dan tanpa memberikan cakrawala politik bagi Palestina, Israel berisiko semakin kehilangan legitimasi serta menghadapi krisis strategis yang lebih dalam.

Pernyataan Ayalon menjadi salah satu kritik paling tajam dari kalangan mantan pejabat keamanan Israel sendiri. Kritik tersebut memperlihatkan bahwa perdebatan mengenai perang tidak hanya berlangsung antara Israel dan lawan-lawannya, tetapi juga di dalam masyarakat dan kalangan elite keamanan Israel.

Pada akhirnya, pertanyaan yang diangkat Ayalon bukan sekadar siapa yang memenangkan pertempuran, melainkan apa tujuan akhir perang dan seperti apa tatanan politik yang ingin dibangun setelah perang berakhir.

Bagi Ayalon, tanpa jawaban atas pertanyaan tersebut, kemenangan di medan perang belum tentu menjadi kemenangan dalam arti strategis.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.