SURYA.CO.ID, MALANG - Manajemen Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang bergerak cepat memastikan kebutuhan asupan makanan seluruh pasien tetap terpenuhi secara optimal.
Langkah darurat itu diambil dengan menggandeng penyedia katering luar pascainsiden kebakaran yang melanda area Instalasi Gizi RSSA di kota Malang, jawa Timur pada Rabu (9/9/2026).
Skema itu diterapkan agar konsumsi dan gizi harian pasien tidak terganggu selama masa pemulihan fasilitas yang terdampak.
Baca juga: Instalasi Gizi RSSA Malang Terbakar, Pasien Dievakuasi, 4 Mobil Damkar Dikerahkan
Direktur RSSA Malang, dr Mochamad Bachtiar Budianto, menyampaikan bahwa pihaknya juga menerjunkan tim ahli gizi untuk mengecek keamanan makanan katering sebelum dibagikan.
"Mulai malam ini sudah dilakukan koordinasi untuk kebutuhan katering," kata Bachtiar dalam jumpa pers.
Ia menyebut pasokan makanan harian pasien akan disokong oleh katering selama seminggu ke depan hingga proses perbaikan rampung.
"Langkah awalnya satu minggu ke depan pelayanan makanan pasien akan dibantu melalui katering sampai proses perbaikan berjalan," lanjutnya.
Bachtiar menambahkan bahwa konsumsi pasien untuk malam kejadian sudah terpenuhi karena telah didistribusikan sejak sebelum ashar.
"Ketersediaan makanan untuk pasien-pasien untuk malam ini Insya Allah sudah tercover semua," ucapnya.
Amukan si jago merah itu menghanguskan dua ruangan utama, yakni fasilitas laundry room serta dapur tempat memasak.
Saat amukan api berkobar, pihak RSSA langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat kode merah sehingga proses evakuasi berjalan lancar.
Sejumlah pasien di area terdampak dialihkan ke lokasi yang lebih aman di gedung Grand Paviliun.
"Alhamdulillah aktivasi sistem berjalan dengan baik dan tidak ada korban jiwa, pasien yang dievakuasi juga sudah kembali mendapatkan pelayanan seperti semula," ujar dr Mochamad Bachtiar Budianto.
Baca juga: Update Kebakaran di RSSA Malang, 19 Pasien Harus Dievakuasi
Bachtiar memperkirakan nilai kerugian materiil akibat musibah itu secara kasar menyentuh angka sekitar Rp 900 juta.
Pemicu amukan api untuk sementara diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik di bagian atap dapur.
Sampai pukul 19.45 WIB, lokasi kejadian masih diisolasi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara oleh kepolisian.
"Kami masih menunggu hasil penilaian dan investigasi dari pihak berwenang untuk mengetahui seberapa parah kerusakan dan penyebab pastinya," jelas Bachtiar.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh operasional medis rumah sakit tetap beroperasi secara biasa.
"Seluruh layanan tetap berjalan secara normal, baik itu layanan poli maupun layanan IGD," tandasnya.