AMY Tekankan Komitmen PKS: Turun Bantu Bencana Tanpa Caper Pemilu
Dodi Esvandi September 10, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf (AMY) menegaskan bahwa menghadapi bencana alam tidak cukup hanya dengan sikap pasrah. 

Masyarakat dan pemerintah harus memperkuat budaya preventif serta kesiapsiagaan guna menekan risiko maupun jumlah korban.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Edukasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana, Rabu (9/9/2026).

AMY menuturkan, bencana alam memang kerap tidak bisa dicegah, tetapi dampak buruknya selalu bisa diminimalkan melalui perencanaan yang matang. 

Ia kemudian meneladani kisah para nabi dan sahabat dalam merespons ancaman krisis.

"Islam tidak mengajarkan kita pasrah tanpa ikhtiar. Nabi Yusuf AS membuat perencanaan besar untuk menghadapi tujuh tahun masa kekeringan. Begitu juga Umar bin Khattab yang memilih berputar arah dan tidak memasuki wilayah Syam saat terjadi wabah," jelasnya.

Baca juga: Sekjen PKS Kunjungi Tenda Pengungsian Gempa di Gereja Paroki Fransiskus Xaverius Poka

Menurut AMY, langkah kehati-hatian dan perlindungan jiwa sama sekali bukan bentuk kelonggaran iman, melainkan wujud tanggung jawab tertinggi manusia dalam menjaga kehidupan.

Untuk memperkuat kapasitas edukasi masyarakat, PKS turut menghadirkan pakar dan perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Kesehatan dalam webinar tersebut.

Lebih lanjut, AMY memastikan komitmen PKS untuk selalu hadir di tengah krisis kemanusiaan tanpa membawa agenda politik sesaat. 

Tradisi pemotongan gaji anggota DPR/DPRD untuk bantuan bencana serta kesiapan Satgas Tanggap Bencana bakal terus berjalan secara konsisten.

"PKS ingin terus berupaya hadir membantu masyarakat semampu yang kami bisa. Melayani sepanjang waktu, bukan hanya ketika mendekati Pemilu," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.