Harry Kane sama sekali belum memikirkan untuk menggantung sepatu. Pada usia 33 tahun, ia masih tampil di level tertinggi bersama Bayern Munchen dan, menurut pengakuannya sendiri, sedang merasa sangat bugar sehingga kemungkinan pensiun bahkan belum terlintas dalam benaknya. Sebaliknya, penyerang Inggris itu justru mengambil inspirasi dari sejumlah pesepak bola terbesar dalam sejarah.
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Kane ditanya apakah ia sudah memikirkan kapan waktu yang tepat untuk pensiun. Jawabannya sangat tegas.
"Tidak. Pada tahap karier saya saat ini, saya terutama ingin menikmati momen-momen ini. Saya merasa sangat baik sekarang sehingga saya lebih fokus pada bagaimana saya bisa mempertahankan performa ini selama mungkin," jelas striker Bayern itu.
Bagaimanapun, Kane masih memiliki sejumlah target besar. Di atas segalanya, gelar Liga Champions bersama Bayern Munchen masih belum ada dalam koleksi trofinya yang kini sudah sangat banyak. Sang penyerang juga masih menanti keberhasilan besar bersama tim nasional Inggris.
"Masih ada hal-hal yang ingin saya menangkan di level klub. Hal yang sama juga berlaku untuk tim nasional. Karena itu, bagi saya, yang terpenting adalah menikmati momen ini selama mungkin," tegas Kane.
Alih-alih memikirkan pensiun, Kane lebih memusatkan perhatian pada bagaimana ia bisa menjaga level performanya sekarang selama mungkin. "Saya bertanya pada diri sendiri bagaimana saya bisa memastikan ini bertahan selamanya. Seperti yang kita tahu, itu tidak akan terjadi," ujar pemain Inggris tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah bintang kelas dunia telah membuktikan bahwa tampil di level tertinggi pada usia yang lebih lanjut tetap memungkinkan dalam sepak bola. Tiga nama secara khusus menjadi sumber inspirasi bagi Kane.
"Tetapi ketika saya melihat pemain seperti Messi, Ronaldo, dan Luka Modric, yang bermain hingga akhir usia tiga puluhan atau bahkan empat puluhan, itu memotivasi saya untuk mencapai hal yang sama."
Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, khususnya, telah menunjukkan selama bertahun-tahun betapa lama performa luar biasa bisa dipertahankan dengan tingkat kebugaran yang tepat. Luka Modric juga menjadi contoh bagi Kane bahwa dalam sepak bola modern, usia tidak harus berarti akhir karier di level tertinggi.
Pernyataan Kane kemungkinan menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi para petinggi Bayern. Pasalnya, kedua pihak saat ini sedang mengupayakan perpanjangan kontraknya, yang berlaku hingga 2027.
Direktur utama Bayern, Jan-Christian Dreesen, baru-baru ini memberi isyarat bahwa Kane sama sekali tidak sedang merencanakan masa depannya secara jangka pendek. Bos Bayern itu menjelaskan bahwa sang striker dan orang-orang terdekatnya pada dasarnya memperkirakan karier yang lebih panjang.
Kane sendiri juga baru-baru ini menegaskan bahwa kontrak yang sedang dinegosiasikan saat ini memang akan menjadi kontrak penting baginya, tetapi sama sekali belum tentu menjadi yang terakhir dalam kariernya.
Penampilannya di lapangan juga hampir tidak memberi alasan untuk memperkirakan pensiun dini. Musim lalu, pemain berusia 33 tahun itu mencetak total 73 gol untuk Bayern Munchen dan tim nasional Inggris, yang menjadi musim paling produktif dalam kariernya.
Kini Kane ingin mempertahankan level performa luar biasa ini selama mungkin. Jika ia bisa melakukannya sebaik panutannya, Messi, Ronaldo, dan Modric, maka "Harry Abadi" bisa tetap menjadi sosok penting bagi para penggemar sepak bola—dan mungkin juga bagi Bayern Munchen—selama bertahun-tahun ke depan.