SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Sriwijaya FC bakal menggunakan jersey baru untuk mengarungi kompetisi Liga Nusantara musim 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada Oktober mendatang.
Jersey tersebut akan diproduksi oleh apparel baru asal Jawa Tengah yang kini tengah menjalin kerja sama dengan tim berjuluk Elang Andalas tersebut.
Presiden Sriwijaya FC Mohammad David mengatakan, apparel tersebut akan memberikan dukungan berupa kebutuhan perlengkapan tim, mulai dari jersey pertandingan, kaus kaki hingga pakaian latihan.
"Iya kita Alhamdulillah mendapatkan support dari salah satu apparel yang berlokasi di Jawa Tengah," kata David saat ditemui di Kantor Askot PSSI Palembang, Jalan Mayor Santoso, Rabu (9/9/2026) sore.
Menurut David, Sriwijaya FC juga berencana mengakhiri kerja sama dengan apparel sebelumnya dan menggantinya dengan apparel asal Jawa Tengah tersebut.
Jika tidak ada kendala, kerja sama kedua pihak akan berlangsung selama satu musim kompetisi Liga Nusantara 2026/27.
"Kalau tidak ada halangan kita deal dengan yang bersangkutan dari salah satu apparel dari Jawa Tengah ini," ujarnya.
Meski berganti apparel, Sriwijaya FC memastikan identitas khas Sumatera Selatan tetap melekat pada jersey anyar mereka.
David mengatakan motif songket masih akan digunakan pada tiga jersey yang nantinya dikenakan Sriwijaya FC. Namun, akan terdapat sedikit perbedaan pada salah satu kostum.
Sementara itu, warna kuning yang selama ini identik dengan Sriwijaya FC juga tetap dipertahankan.
"Ciri khas songket itu masih ada, di dalam tiga jersey yang akan dikenakan mungkin akan ada sedikit perbedaan di salah satu kostumnya, namun warna kuning tetap karena identik, dan tidak bisa kita lupakan," kata David.
Dengan hadirnya apparel baru tersebut, David berharap dukungan terhadap Sriwijaya FC semakin bertambah, baik dari kalangan pengusaha, pemerintah maupun perusahaan.
Ia menilai dukungan tersebut penting bagi Sriwijaya FC yang akan kembali berjuang di kompetisi Liga Nusantara.
"Alhamdulillah kita salah satu klub yang masih diingat karena kita memiliki nama besar sehingga kita memaknai dari apparel ini kita senang lah intinya, nama kita masih ada di apparel-apparel Indonesia," tutupnya.