TRIBUNNEWS.COM - Cesc Fabregas meminta para pemain Como tidak terlena dengan euforia menjelang pertandingan bersejarah melawan RB Leipzig di Liga Champions 2026/2027.
Como akan menjamu Leipzig pada Jumat (11/9/2026) pukul 02.00 WIB dalam pertandingan yang menjadi debut klub asal Italia tersebut di Liga Champions.
Debut Como di Liga Champions 2026/2027 tidak hanya menghadirkan antusiasme besar bagi para pendukung, tetapi juga membuat lalu lintas di sekitar Stadion Sinigaglia mengalami perubahan besar.
Untuk mengantisipasi kepadatan suporter sekaligus menjamin keamanan pertandingan, Pemerintah Kota Como memberlakukan sejumlah pembatasan lalu lintas.
Aturan tersebut mulai diterapkan secara bertahap sejak Selasa (8/9/2026), mulai dari larangan parkir hingga penutupan sejumlah ruas jalan di sekitar stadion, seperti yang dilaporkan QuiComo.
Pejalan Kaki Juga Terkena Dampak
Pembatasan tidak hanya berlaku bagi pengendara.
Akses pejalan kaki di sejumlah area sekitar Giardini a Lago, Viale Vittorio Veneto, dan Largo Borgonovo juga akan ditutup menggunakan pagar khusus.
Otoritas setempat tetap dapat memberlakukan perubahan tambahan terhadap arus lalu lintas apabila situasi keamanan membutuhkan penyesuaian.
Sementara itu, penyandang disabilitas yang menggunakan kendaraan masih dapat menuju pintu masuk stadion setelah melalui pemeriksaan dan penilaian keamanan.
Namun, kendaraan mereka tidak diperbolehkan parkir di area yang terkena larangan.
Baca juga: Di Tepian Danau Como yang Indah, Fabregas Memulai Langkah Bersejarah Liga Champions
Berbagai pengaturan tersebut menunjukkan besarnya persiapan yang dilakukan untuk menyambut pertandingan bersejarah Como.
Sinigaglia akhirnya akan menjadi saksi debut Como di Liga Champions setelah klub tersebut bangkit dari kebangkrutan pada 2017, menapaki kembali piramida sepak bola Italia, hingga akhirnya mencapai level tertinggi Eropa.
Kini, bukan hanya para pemain yang bersiap menghadapi malam bersejarah tersebut.
Seluruh kawasan di sekitar stadion juga ikut berubah demi memastikan debut Como di Liga Champions berjalan aman dan tertib.
Komentar Fabregas
Fabregas memahami besarnya antusiasme yang muncul di seluruh kota, klub, hingga para pendukung Como.
Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa timnya harus tetap memperlakukan laga tersebut sebagai pertandingan sepak bola yang harus dimenangkan.
"Saya memahami antusiasme di seluruh kota, di dalam klub, dan di kalangan para penggemar karena ini adalah momen yang bersejarah," kata Fabregas, dikutip dari laman Como.
"Kita harus menyadari bahwa pada akhirnya, ini adalah pertandingan sepak bola dan kita ingin tampil lebih baik daripada mereka."
"Leipzig adalah tim yang hebat, jadi kita harus memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya untuk belajar, menjawab tantangan, dan berusaha meraih kemenangan. Saya sangat yakin," tambah mantan pemain Arsenal tersebut.
Laga tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi Como yang beberapa tahun lalu masih bermain di kasta keempat sepak bola Italia.
Como sempat mengalami kebangkrutan pada 2017 dan harus memulai kembali perjalanan mereka dari Serie D.
Setelah diambil alih Djarum Group pada 2019, klub tersebut perlahan menapaki piramida sepak bola Italia hingga akhirnya kembali ke Serie A pada 2024 setelah 21 tahun absen.
Perjalanan itu berlanjut di bawah Fabregas.
Musim lalu, Como tampil impresif dengan finis di posisi empat besar Serie A sehingga berhak mendapatkan tiket otomatis ke Liga Champions 2026/2027.
Kini, mereka akan menjalani malam Eropa pertama di kompetisi paling bergengsi antarklub tersebut.
Sebelum musim ini, Como bahkan belum pernah tampil di kompetisi utama UEFA.
Satu-satunya pengalaman internasional mereka tercatat di Piala Mitropa 1980/1981.
Fabregas pun ingin momen bersejarah tersebut tidak membuat Como kehilangan identitas permainan.
"Impian terbesar saya adalah agar tim bermain dengan cara kita sendiri, dengan identitas, gaya, dan filosofi kita, siapa pun lawannya," lanjut Fabregas.
"Kita harus menunjukkan hal itu. Entah ini adalah kali pertama atau keseratus kalinya, itu tidak masalah."
"Kita harus turun ke lapangan, bersaing, dan melakukan segala upaya untuk menang," pungkas Fabregas.
Pertandingan melawan Leipzig menjadi ujian awal bagi Como untuk membuktikan bahwa keberhasilan mereka menembus Liga Champions bukan sekadar kejutan.
Fabregas berharap para pemainnya mampu menikmati momen tersebut sekaligus menunjukkan karakter Como ketika menghadapi salah satu tim kuat dari Jerman.
(Tribunnews.com/Ali)