Awas Cuaca Ekstrem, Dinpanpertan Bangka Ingatkan Ancaman Penurunan Gizi hingga Wabah Skabies 
Hendra September 10, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka mengimbau seluruh peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem yang tengah melanda wilayah.

Terutama kondisi cuaca yang kering dan terik, dinilai membawa pengaruh signifikan terhadap kesehatan serta produktivitas hewan ternak.

​Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH)Dinpanpertan Bangka, Trisna Ningsih, menjelaskan bahwa ancaman utama pada musim panas berbeda dengan musim hujan, Kamis (10/9/2026).

Jika pada musim hujan atau menjelang hari besar keagamaan, penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) cenderung meningkat.

Maka pada cuaca panas, fokus kewaspadaan beralih pada ketersediaan pakan dan kerentanan kulit hewan.

​"Kalau musim panas ini, di kondisi panas ini pasti kemarau. Yang utama mungkin kalau penyebaran penyakit agak berkurang, bukan berarti tidak ada, agak berkurang karena dia penyebaran virus atau bakteri biasanya melalui udara," kata Trisna kepada Bangkapos.com.

Meskipun begitu, Trisna menyebutkan bahwa cuaca panas tetap memicu potensi risiko kesehatan lain, terutama terkait kualitas pakan.

Pasokan pakan hijauan yang masuk ke kandang dikhawatirkan berkurang akibat kekeringan, sehingga berisiko menurunkan asupan gizi ternak.

Di sisi lain, kasus kunjungan ke klinik kesehatan hewan selama periode cuaca panas ini didominasi oleh penyakit kulit, khususnya skabies atau yang kerap dikenal sebagai kudis dan penyakit ini banyak menyerang hewan berbulu seperti kucing.

​"Kalau yang datang ke klinik ini kebanyakan sih skabies. Penyakit-penyakit skabies itu penyakit kulit di hewan yang berbulu halus, itu yang kebanyakan datang ke klinik," jelasnya.

Walaupun kabies tidak menular kepada manusia, penularannya antar-sesama hewan peliharaan tergolong cepat melalui kontak langsung atau sentuhan fisik, terutama pada hewan yang dipelihara dalam satu kelompok kandang seperti kambing.

"Untuk unggas seperti ayam, kasus skabies sejauh ini belum ditemukan. Kami pun mengimbau pemilik hewan untuk rutin memantau kebersihan kandang dan kesehatan fisik ternak, guna mengantisipasi penyebaran penyakit kulit serta memastikan kecukupan nutrisi di tengah cuaca panas ekstrem," imbaunya.

Pihaknya juga terus memantau kondisi kesehatan hewan, khususnya dalam waktu dekat Dinpanpertan Bangka akan melaksanakan vaksinasi bagi hewan untuk mencegah penyakit rabies pada hewan.

Apalagi, Kabupaten Bangka sejak dulu zero rabies atau bebas rabies dan Dinpanpertan Bangka akan terus mempertahankan status dengan cara melakukan berbagai upaya.

"Tentu, kami terus melakukan pemantauan dengan tujuan kondisi hewan yang dipelihara masyarakat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari segala penyakit pada hewan," tegasnya. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.