Warga di Tarakan Kategori Mampu Tetap Masuk Desil 3 Tapi Tiba-Tiga Dicoret dari Bantuan Beras
Samir Paturusi September 10, 2026 06:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN — Polemik ketidakpastian data penerima bantuan sosial kependudukan kembali memicu keresahan warga di Kelurahan Karang Balik, Kota Tarakan.

Eka Pancakarsa, seorang ibu rumah tangga asal RT 3 yang secara resmi tercatat dalam desil 3 kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang berhak menerima jaminan sosial secara mengejutkan mendapati namanya mendadak lenyap dari daftar utama penerima bantuan beras Bulog.

Hilangnya nama warga kurang mampu dari daftar penerima tersebut memicu pertanyaan besar mengenai validitas dan transparansi pemutakhiran data yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Padahal, keluarga Eka yang menggantungkan hidup dari penghasilan tidak menentu sang suami sebagai sopir armada ekspedisi sewaan hanya mengantongi pendapatan rata-rata Rp2 juta per bulan untuk menopang kehidupan lima anggota keluarga.

Kondisi ekonomi Eka sebetulnya memenuhi kriteria penerima bantuan sosial pemerintah, terbukti dengan kepemilikan kartu BPJS PBI JK fasilitas jaminan kesehatan gratis bantuan pemerintah serta rekam jejak penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra.

Baca juga: Derita Mantan Tukang Bangunan di Tarakan, Lumpuh 2 Tahun, Terancam Gigit Jari Tanpa Bantuan Beras

Terlebih lagi, Eka sebelumnya masih terdaftar dan menerima kuota bantuan beras dan minyak goreng pada penyaluran periode April dan Mei 2026.

Anomali pencoretan nama secara sepihak ini akhirnya diselesaikan melalui forum musyawarah kelurahan setelah Eka menyatroni langsung Kantor Kelurahan Karang Balik.

Setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan oleh petugas setempat, Eka dinyatakan sangat layak dan akhirnya diselipkan sebagai penerima bantuan beras melalui skema penerima pengganti.

Sebelumnya Eka menerima bantuan beras di bulan Mei 2026 dalan program pembagian bantuan beras dan minyak oleh Bulog Tarakan.

Kali ini di periode ini, nama Eka tak lagi masuk dalam list penerima bantuan. Siang tadi ia datang ke Kantor Kelurahan Karang Balik untuk menanyakan persoalan tersebut setelah mengetahui dirinya tidak lagi mendapatkan bantuan beras.

Ia mengaku datang karena mempertanyakan mengapa dirinya yang masuk desil 3 justru tidak lagi mendapatkan bantuan.

“Ada dikasih tahu, jadi saya ke sini nih untuk menanyakan ini bantuan juga, karena desil 3 kok enggak dapat gitu,” ujarnya.

Eka mengatakan, selama ini dirinya mendapatkan BPJS PBI JK secara gratis serta pernah menerima BLT Kesra pada tahun 2025.

Untuk bantuan beras, Eka juga mengaku sebelumnya pernah menerima bantuan pada awal tahun kemarin persisnya di April dan Mei 2026. Bantuan tersebut merupakan bantuan yang sebelumnya disertai minyak.

“Iya dapat itu kemarin, makanya kaget ini tidak dapat lagi,” ungkapnya.

Dalam kesehariannya, Eka merupakan ibu rumah tangga. Anaknya ada tiga. Sementara suaminya bekerja sebagai sopir ekspedisi. Pekerjaan suaminya tidak memberikan penghasilan tetap. Sang suami baru mendapatkan penghasilan apabila mendapatkan muatan.

“Suami saya kalau ada muatan aja baru ada gajinya gitu,” ujarnya.

Muatan yang dibawa suaminya berupa barang, termasuk barang pindahan maupun kebutuhan sembako. Suaminya tidak bekerja sebagai karyawan tetap pada sebuah perusahaan ekspedisi. Ia menjalankan jasa tersebut sendiri dengan kendaraan yang dikontrak atau disewa.

Untuk kendaraan yang digunakan, Eka menjelaskan mobil tersebut merupakan kendaraan disewa atau dikontrak. Tentunya ada bagi hasil atau setoran kepada pemilik kendaraan. Ia mengakui saat ini sang suami berada di Malinau untuk mengantarkan barang.

Eka mengakui, dalam sebulan penghasilan suaminya paling sekitar Rp2 juta. Penghasilan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan tiga anak. Dari tiga anak tersebut, dua masih bersekolah dan satu masih balita. Dua anaknya yang bersekolah masing-masing duduk di bangku SMP dan SD.

Dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan, Eka harus membagi kebutuhan rumah tangga untuk berbagai keperluan.

“Belum listrik, gas PDAM, buat makan lagi sehari-hari,” ujar Eka.

Baca juga: Bantuan Beras 10 Kg September 2026: Ini Jadwal Penyaluran dan Masyarakat yang Berhak Menerima

Ketika ditanya apakah penghasilan tersebut cukup, Eka hanya menjawab singkat, tidak cukup. Kondisi tersebut membuat bantuan pangan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi keluarganya.

Saat ditanya apakah bantuan beras sangat membantu ketika kondisi ekonomi keluarga bergantung pada penghasilan suami yang tidak tetap, Eka membenarkan.

"Pasti membantu sekali apalagi harga beras di pasar lumayan," akunya.

Eka sendiri mengakui petugas sensus sebelumnya sudah datang ke rumahnya. Dalam pendataan tersebut, petugas menanyakan sejumlah hal, terutama terkait penghasilan dan pengeluaran keluarga.

“Oh kalau kemarin tanya memang pertama penghasilan, itu aja sih sama pengeluaran, punya elektronik apa di rumah kayak gitu,” katanya.

Eka mengatakan dirinya memberikan keterangan sesuai kondisi sebenarnya. Ia memiliki kulkas tapi tak punya AC. Petugas juga menanyakan sumber air yang digunakan di rumah.

Meski telah mengetahui dirinya masuk desil 3, Eka mengaku tidak memahami mengapa dirinya kemudian tidak mendapatkan bantuan beras. Ia juga mengaku sering mengecek status desilnya. Eka juga mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Karena BPS belum selesai kayaknya. Iya, kalau menurut saya sih itu. Tapi kalau perubahan desil enggak tahu ya dari mana nih perubahannya kok bisa berubah begitu,” ujarnya.

Setelah persoalan tersebut dibahas dalam musyawarah kelurahan, Eka akhirnya diarahkan menjadi penerima pengganti. Petugas menjelaskan bahwa kondisi Eka sebenarnya masih layak sebagai penerima bantuan.

Eka sendiri membenarkan bahwa dirinya akhirnya mendapatkan bantuan melalui mekanisme pengganti. Sebelumnya, ia menerima bantuan secara langsung sebagai penerima. Namun, pada penyaluran kali ini namanya justru harus masuk melalui mekanisme pengganti.

“Hari ini status saya pengganti. Ya Alhamdulillah masih bisa terima," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.