Candaan Menkeu Purbaya Soal Utang Whoosh 80 Tahun ‘Kita Sudah Mati, Santai Saja’ Dikecam Keras
Angel aginta sembiring September 10, 2026 06:54 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Candaan Menkeu Purbaya soal utang Whoosh sampai 80 tahun dikecam keras.

Adapun Menkeu Purbaya sebelumnya melontarkan candaan soal utang megaproyek Kereta Cepat Whoosh yang sampai 80 tahun ke depan.

Dimana Menkeu Purbaya melontarkan “kita sudah mati, santai saja” soal beban utang yang diwariskan sampai 80 tahun ke depan tersebut.

Sikap santai Menkeu yang menyebut "kita sudah mati, santai saja" saat membahas utang yang akan ditanggung anak cucu kelak, memantik amarah publik.

Polemik ini bermula dari pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Selasa (8/9/2026).

Saat itu, Purbaya memaparkan bahwa utang Kereta Cepat Whoosh telah melalui proses restrukturisasi dengan tenor yang sangat panjang, yakni 80 tahun.

Cicilannya dipatok di angka sekitar Rp1 triliun setiap tahunnya.

Baca juga: Dua Pengedar Narkoba di Tanjung Morawa Ditangkap, Polisi Amankan 15 Klip Diduga Berisi Sabusabu

Menurut Purbaya, skema  panjang ini membuat beban utang tersebut terasa ringan bagi keuangan negara saat ini.

Namun, di tengah penjelasannya, sebuah kalimat bernada candaan terlontar dan memicu polemik.

"Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun dari tahun ke tahun.

Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat, 'oh masih bisa lah'.

80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh" kata Purbaya.

"Iya kita sudah mati, santai saja," ujar Purbaya, yang kemudian disusul oleh derai tawa.

Bagi banyak pihak, tawa tersebut terasa getir.

Sontak pernyataan candaan Menkeu Purbaya itupun mendapat dikecam keras.

Salah satu teguran paling keras datang dari Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie.

Melalui akun X pribadinya @JimlyAs pada Rabu (9/9/2026), Jimly menautkan potongan video pernyataan Menkeu Purbaya dan memberikan kritik tajam terkait hilangnya moralitas dan empati di kalangan pejabat publik.

"Dari segi etika kepantasan, sebaiknya pejabat resmi tidak bicara sembarangan seakan melempar beban tanggung jawab ke generasi mendatang tanpa rasa bersalah," cuit Jimly tegas.

Beban Whoosh Bikin Tekor, WIKA Rugi Rp 1,8 Triliun Tiap Tahun, Utang Rp 5,2 T Masih Menghantui

Proyek Kereta Cepat Whoosh yang menjadi simbol modernisasi transportasi Indonesia, kini menyisakan persoalan serius bagi salah satu BUMN pelaksananya. 

Baca juga: Ridwan Saragih Bawa 15 Talenta Sumut ke Donggala United, Buka Jalan di Liga 3

Beban miliaran hingga triliunan rupiah masih menggantung, menunggu penyelesaian yang belum menemui titik akhir.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengungkapkan bahwa pihaknya masih memiliki klaim cost overrun sebesar Rp 5,02 triliun terkait proyek Kereta Cepat Whoosh.

Nilai tersebut merupakan utang yang belum dibayarkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa saat ini penyelesaian atas klaim tersebut tengah memasuki tahap mediasi antara kedua pihak.

“Atas kesepakatan antara WIKA dan KCIC, kita sedang dimediasi. Jadi, sedang tahap proses mediasi. Sehingga, sementara untuk yang SIAC ditunda dulu. Sebisa mungkin antara WIKA dan KCIC melalui mediasi,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

(*/ Tribun-medan.com//wartakota)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.