Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sebanyak 78 desa yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, masuk kategori wilayah kering kritis, Kamis (10/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang karena berdampak langsung terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
BPBD mencatat sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 3.000 jiwa berada di wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih akibat kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan puluhan desa tersebut saat ini menghadapi kondisi kekeringan yang cukup serius.
Baca juga: Harga Beras di Sampang Masih Sesuai HET, Stok Premium dan Medium Dipastikan Aman
"Yang masuk kategori wilayah kering kritis ada 12 kecamatan, dengan 78 desa," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut masih berpotensi meluas apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
"Apabila kemarau tetap berlanjut, wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sampang dipastikan akan bertambah," tegasnya.
Persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga semakin sulitnya menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Fajar mengakui BPBD kini menghadapi kendala dalam mencari titik sumber mata air untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga.
"Karena sekarang mencari titik sumber mata air sangat sulit," pungkasnya.