Inilah Daftar 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Saat Liput Anak Krakatau, Ada Jurnalis ANTARA
Rita Lismini September 10, 2026 07:41 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Lima jurnalis bersama dua kru kapal dan satu pemandu dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kedelapan orang tersebut sebelumnya bertolak menggunakan kapal speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026).

Mereka berangkat untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Basarnas menerima laporan terkait hilang kontaknya rombongan tersebut pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB.

Laporan disampaikan oleh Bayu, jurnalis ANTARA Banten, yang menyebut rekan-rekannya sudah tidak dapat dihubungi sejak Senin.

Kepala Kantor SAR Basarnas Banten menyebut, komunikasi terakhir antara rombongan dan seorang jurnalis Lampung bernama Abai terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.42 WIB.

"Pada hari Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir antara korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abai pada hari Senin pukul 14.42 WIB," ungkap Basarnas dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026). 

Delapan Orang Hilang Kontak

Basarnas mencatat ada delapan orang yang berada dalam rombongan tersebut.

Mereka terdiri dari lima jurnalis, dua kru kapal, dan satu pemandu.

Adapun delapan orang yang dilaporkan hilang kontak yakni Warta sebagai kapten kapal, Suratman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai guide.

Kemudian lima lainnya merupakan jurnalis, yakni Bagus Kurnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donald yang merupakan freelance.

Pencarian Masih Nihil

Setelah menerima laporan, Basarnas langsung melakukan pencarian.

Pada Selasa (8/9/2026), Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tetuka dan satu unit RIB 02 menuju lokasi lost contact.

Lokasi pencarian berada pada radius sekitar 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Namun, pencarian pada hari tersebut belum menemukan keberadaan rombongan.

Operasi kemudian dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).

Tim SAR membagi area pencarian seluas 68,3 nautical mile menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

Pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polair, serta potensi SAR setempat.

Kapal yang dikerahkan antara lain KN SAR Tetuka, KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer dan KAL Pahawang dari TNI AL.

Selain itu, Polair mengerahkan KP Sanjaya.

Basarnas juga mengerahkan RIB 02 dari Banten, RIB 02 dari Kantor SAR Lampung, serta RIB 03 dari Kantor SAR Lampung.

"Pada Rabu tanggal 9 September 2026, Tim SAR membagi area pencarian seluas 68,3 nautical mile menjadi 4 SRU dengan melibatkan unsur dari Basarnas, dalam hal ini KN SAR Tetuka, KRI Loser dari TNI AL, KRI Kerambit dari TNI AL, KRI Lepu dari TNI AL, KAL Anyer dari TNI AL, KAL Pahawang dari TNI AL, kemudian dari Polair dalam hal ini KP Sanjaya, kemudian kita juga melibatkan RIB 02 dari Banten, RIB 02 dari Kantor SAR Lampung, dan RIB 03 dari Kantor SAR Lampung, serta potensi SAR setempat," jelas Basarnas.

Meski seluruh unsur telah dikerahkan, hasil pencarian hingga Rabu (9/9/2026) masih nihil.

Basarnas menyatakan akan terus mengoptimalkan seluruh kekuatan yang tersedia untuk mencari keberadaan delapan orang tersebut.

"Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada," ujarnya.

Basarnas Imbau Kapal yang Melintas

Basarnas juga mengimbau masyarakat maupun kapal yang melintas di sekitar wilayah pencarian agar memberikan informasi apabila menemukan atau mengetahui keberadaan objek yang sedang dicari.

Selain itu, masyarakat diminta mematuhi larangan yang telah dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak berada di area sekitar Gunung Anak Krakatau.

Basarnas menyebut masyarakat dilarang berada pada radius kurang lebih 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Basarnas juga meminta doa agar proses pencarian berjalan lancar, aman dan seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.