Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan hingga dua penerbangan setiap hari dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mendatangkan hujan di sekitar TPA Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah.
Dalam sekali penerbangan, pesawat PK-YNA membawa sekitar 800 kilogram garam halus untuk disemai ke awan potensial.
Bahan semai tersebut digunakan untuk mempercepat proses pematangan awan sehingga diharapkan dapat menghasilkan hujan di wilayah sasaran.
Perwakilan Kedeputian Modifikasi Cuaca BMKG, Yana Arifin, mengatakan BMKG menyemai awan potensial menggunakan NaCl atau garam halus dengan ukuran tertentu.
"Kami menyemai awan-awan potensial menggunakan bahan semai NaCl atau garam halus berukuran 30 hingga 40 mikron untuk mempercepat proses pematangan awan," kata Yana Arifin di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis (10/9/2026).
BMKG menggunakan pesawat PK-YNA dalam pelaksanaan OMC yang dipusatkan di Lanud Adi Soemarmo, Boyolali.
Dalam satu kali penerbangan, pesawat membawa sekitar 800 kilogram garam halus sebagai bahan semai awan.
BMKG menargetkan penerbangan OMC berlangsung hingga dua kali dalam sehari.
Namun, pelaksanaan penerbangan tidak berlangsung secara tetap karena harus menyesuaikan kondisi awan dan cuaca di lapangan.
Petugas terlebih dahulu mencari awan yang memiliki potensi berkembang menjadi hujan sebelum pesawat melakukan penyemaian.
Bahan semai kemudian disebarkan ke dalam awan yang bergerak menuju wilayah sasaran pada ketinggian sekitar 7.000 hingga 10.000 kaki.
Baca juga: Api TPA Putri Cempo Solo Belum Padam, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca dari Lanud Adi Soemarmo
Setelah penyemaian dilakukan, BMKG memperkirakan hujan dapat turun di wilayah sasaran sekitar satu hingga tiga jam kemudian.
Garam halus berukuran 30 hingga 40 mikron membantu mempercepat proses pematangan awan sehingga peluang terbentuknya hujan dapat meningkat.
Namun, OMC tidak dapat menciptakan hujan ketika langit benar-benar tidak memiliki awan.
Karena itu, keberadaan awan potensial menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan pelaksanaan penerbangan dan penyemaian.
BMKG menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca berlangsung selama tujuh hari, mulai 9 hingga 15 September 2026.
Operasi tersebut salah satunya ditujukan untuk membantu penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo.
Selain itu, BMKG juga menjalankan OMC untuk membantu mengatasi dampak kekeringan di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) cukup panjang.
(*)