SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penataan anggaran Kota Pahlawan resmi diketok melalui pengesahan APBD Perubahan 2026 oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama DPRD Kota Surabaya.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan dokumen anggaran dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri di Gedung DPRD Surabaya, Kamis (10/9/2026).
Melalui ketetapan baru itu, postur keuangan Pemkot Surabaya tercatat mengalami lonjakan hingga menyentuh angka fantastis Rp 12,89 triliun.
Kekuatan fiskal tahun anggaran ini mengalami kenaikan sebesar Rp 151,63 miliar atau tumbuh 1,19 persen jika dibandingkan APBD murni sebelum perubahan.
"Memang ada kenaikan, tapi tidak terlampau besar, perubahan APBD itu tetap memberi porsi utuh pada pendidikan dan infrastruktur," kata Eri usai paripurna.
Baca juga: Masih Ada Kasus Anak Surabaya Tersandra Biaya Sekolah, PT SIER Tebus Ijazah Siswa di Kendangsari
Penyesuaian anggaran dilakukan Pemkot Surabaya untuk merespons kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Salah satu fokus utamanya adalah alokasi dana sebesar Rp 190 miliar yang disiapkan untuk menampung 24.000 kuota beasiswa.
Namun, ketatnya proses seleksi membuat baru 13.000 peserta yang dinyatakan lolos kualifikasi penerima bantuan.
Eri menegaskan bahwa sisa anggaran tersebut akan tetap diputar untuk menyokong sektor pendidikan agar tepat sasaran bagi warga miskin.
"Sing wis mampu yo bayar, gotong royong, ojo jaluk beasiswa," kata Eri.
Baca juga: Pelaku Pencurian Tas di Masjid Surabaya Ditangkap di Balongpanggang Gresik
Merosotnya penyerapan program Beasiswa Pemuda Tangguh hingga 59,43 persen menuai sorotan tajam dari parlemen.
Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Surabaya Johari Mustawan meminta Pemkot tidak mempersempit skema bantuan hanya untuk jalur prestasi, melainkan tetap menyasar siswa miskin yang terkendala administrasi.
Fraksi itu mengingatkan Pemkot Surabaya agar efisiensi anggaran tidak sampai mengorbankan kesejahteraan masyarakat kecil.
Secara umum, penambahan pos anggaran baru itu akan difokuskan untuk memperkuat layanan dasar pendidikan, kesehatan, serta percepatan proyek fisik.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Atasi Genangan pada 2027
Berdasarkan dokumen anggaran terbaru, struktur penerimaan daerah disokong oleh Pendapatan Transfer sebesar Rp 2,63 triliun.
Selain itu, Total Penerimaan Pembiayaan menyentuh angka Rp 1,88 triliun yang mencakup Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 516,82 miliar.
Ketersediaan dana operasional tersebut dioptimalkan untuk menyokong layanan medis di seluruh RSUD milik pemkot dan 63 Puskesmas se-Surabaya.
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga mengamankan pembiayaan alternatif senilai Rp 1,3 triliun untuk percepatan pembangunan fisik.
Kucuran dana besar itu bakal difokuskan untuk menyelesaikan penanganan banjir dan perbaikan jalan demi mendongkrak perekonomian kota.