Diduga Keracunan MBG, 27 Siswa SDK Kabukalaran Jalani Perawatan di Puskesmas Weliman, Malaka
Gordy Donovan September 10, 2026 08:47 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

TRIBUNFLORES.COM, BETUN - Sebanyak 27 siswa SDK Kabukalaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (10/9/2026).

Puluhan siswa tersebut berasal dari kelas I hingga kelas VI. Berdasarkan data yang disampaikan pihak sekolah, dari kelas I terdapat satu siswa perempuan dan dari kelas II terdapat satu siswa laki-laki yang mengalami kondisi tersebut.

Sementara itu, dari kelas III terdapat 17 siswa, terdiri atas tujuh siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Dari kelas IV terdapat empat siswa, yakni dua laki-laki dan dua perempuan. Kemudian, dari kelas V terdapat satu siswa laki-laki, sedangkan dari kelas VI terdapat empat siswi.

Baca juga: Warga Soroti Pembangunan KDMP dan Dapur MBG di Dekat SDK Watukamba Ende yang Rusak Parah

Dievakuasi

Dengan demikian, total siswa yang dibawa untuk mendapatkan penanganan kesehatan mencapai 27 orang.

Maria Irene Bria bersama sejumlah guru lainnya saat ditemui POS-KUPANG.COM di Puskesmas Weliman mengatakan, keluhan kesehatan mulai dirasakan para siswa setelah mereka selesai menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah.

Bahkan, beberapa siswa disebut langsung mengalami muntah-muntah di tempat atau di sekitar lingkungan sekolah.

Kondisi tersebut kemudian memicu kepanikan di lingkungan SDK Kabukalaran. Para guru yang melihat kondisi para siswa selanjutnya segera menyampaikan informasi tersebut kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umalawain selaku penyedia makanan MBG.

Setelah menerima informasi tersebut, pihak SPPG Umalawain langsung bergerak menuju SDK Kabukalaran untuk melihat kondisi para siswa.

Sesampainya di sekolah, pihak SPPG kemudian berkoordinasi dengan kepala SPPG Umalawain terkait kondisi yang dialami para siswa.

Tidak lama kemudian, pihak SPPG menyiapkan dua unit kendaraan untuk mengevakuasi para siswa ke Puskesmas Weliman.

Para siswa kemudian dibawa secara bertahap menuju fasilitas kesehatan tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Para guru juga mengungkapkan bahwa kondisi para siswa sebelumnya tampak normal sebelum mengonsumsi makanan MBG.

Menurut Maria Irene, perubahan kondisi mulai terlihat sekitar 30 menit setelah para siswa selesai makan dan mengembalikan ompreng atau wadah makanan MBG.

Dalam rentang waktu tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit pada bagian perut. Beberapa di antaranya bahkan mengalami muntah-muntah sehingga pihak sekolah segera mengambil langkah untuk mendapatkan pertolongan medis.

Situasi di sekolah, kata Maria Irene, cukup ramai karena pada saat kejadian terdapat sejumlah orang tua siswa yang sedang berada di SDK Kabukalaran untuk mengikuti latihan koor dalam rangka persiapan sambut baru.

Mereka kemudian turut melihat kondisi para siswa dan kepanikan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Setelah dilakukan koordinasi, para siswa akhirnya diarahkan untuk mendapatkan penanganan di Puskesmas Weliman.

Hingga Kamis, sejumlah siswa masih menjalani observasi dan pemeriksaan oleh petugas medis. (ito)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.